Setiap orang
harus waspada dari tipuan nafsunya guna menghadapi sebab-sebab ini. Hal ini
sangat penting. Dengan demikian seorang tahu bahwa kemaksiatan dan kelalaian
termasuk sebagian sebab yang membahayakan dirinya di dunia maupun di akhirat. Dan
ini mesti terjadi. Akan tetapi ia tertipu oleh hawa nafsunya sendiri. Tipuan ini
terkadang berupa bersabar dengan pengampunan allah, menangguhkan tobat dan
memohon ampun dengan lisan, melakukan hal-hal yang hukumnya sunat, beralasan
bahwa maksiat yang di lakukan itu karena telah ditakdirkan oleh allah atau
beralasan dengan hal-hal semacam itu, atau terkadang dengan cara mengikuti
jejak orang-orang bersabar.
Rabu, 29 Agustus 2012
Selasa, 14 Agustus 2012
SEJARAH MENOLONG KITA MEMAHAMI WAHYU
Cara
yang paling efektif untuk mengetahui kejadian sejarah adalah dengan mempelajari
dan mendalami kandungan al qur’an, karena semua itu sudah terkandung didalamnya
secara sempurna. Di sana dijelaskan pula sebab-sebab terjadinya kebaikan dan
kejahatan secara lengkap, rinci dan jelas. Kemudian mempelajari as sunah
sebagai penjelas kandungan al qur’an, sunah nabi adalah wahyu kedua. Keduanya adalah sumber yang lengkap sebagai
rujukan bagi orang yang menghendakinya, disbanding dengan lainya. Keduanya akan
menjelaskan kepada anda tentang kebaikan, kejahatan serta sebab musababnya. Sehingga
anda bisa melihat hubungan sebab akibat dengan jelas. Jika anda mempelajari
kisah-kisah umat masa lampau dan ketentuan-ketentuan allah terhadap hamba-nya
yang taat dan yang durhaka, maka kisah-kisah yang diceritakan allah dalam al
qur’an secara rinci, sekaligus hukuman yang di janjikan oleh allah kepada
mereka.
Dan
anda akan mengetahui tanda-tanda kekuasaan-nya di jangat ini. Semua itu
menunjukkan kepada anda bahwa al qur’an itu benar, rasul itu benar, dan
sesungguhnya allah pasti akan melaksanakan janji-nya. Sejarah adalah rincian
dari bagian-bagian sesuatu yang dengannya kita ketahui tentang allah dan
rasul-nya, termasuk sebab-sebab yang menyangkut kebaikan dan kejahatan.
HUBUNGAN KEBAIKAN DAN KEJELEKAN DENGAN AMAL
Di
dalam al qur’an allah swt. Menghubungkan terjadinya kebaikan di dunia dan
akhirat serta terjadinya kejelekan di dunia dan akhirat dengan segala amal
perbuatan. Sebagaimana dikaitkanya pembalasan seelah adanya syarat, di beri
alasan setelah dan akibat setelah sebab. Masalah ini di dalam al qur’an
disebutkan lebih dari seribu tempat.
Suatu
ketika allah meletakkan hukum ala mini dan segala sesuatu yang berhubungan
dengan syariat agama setelah adanya sifat yang sesuai dengannya, sebagaimana
firman allah swt:
“ maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang di
larang mereka mengerjakanya. Kami katakana kepada mereka, jadilah kamu kera
yang hina.”(QS. Al A’raf: 166)
“maka tatkala mereka membuat kami murka, kami menghukum
mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya(di dalam laut).” (QS. Az Zukhruf:
55)
“laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri,
potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al Maidah: 38)
“sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki
dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatanya,
laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar,
laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki
dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki
dan perempuan yang menjaga kehormatanya, laki-laki dan perempuan yang banyak
menyebut (nama) allah, allah telah menyediakan untu mereka ampunan dan pahala
yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)
Dua ayat-ayat yang seperti ini
masih banyak lagi.
Suatu ketika allah menghubungkanya
dengan menggunakan susunan syarat dan balasanya, sebagai mana disebutkan dalam
firmanya:
“ jika kamu bertakwa kepada allah,
niscaya dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala
kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu.” (QS. Al anfal: 29)
“jika mereka bertobat, mendirikan
shalat dan menunaikan zakat maka (mereka itu) adalah saudara-saudara seagama.”
(QS. At Taubah: 11)
“dan bahwasanya: jika mereka tetap
berjalan lurus di atas jalan itu (agama islam), benar-benar kami akan memberi
minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (QS. Al jin: 16)
Suatu ketika pula allah menggunakan
lam ta’lil (lam yang berfungsi untuk memberikan alas an,-penerj.) sebagaimana
disebutkan dalam firman-nya:
“supaya mereka memperhatikan
ayat-ayatnya dan supaya mendapatkan pelajaran dari orang-orang yang mempunyai
pikiran.” (QS. Shad: 29)
“…agar kamu menjadi saksi atas
(perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan)
kamu.” (QS. Al Baqarah: 143)
Terkadang menggunakan partikel
‘kay’ yang mempunyai arti memberikan argumentasi, sebagai mana firman allah
swt. :
“… supaya harta itu tidak hanya
beredar di antara orang-orang yang kaya saja di antara kamu. (QS. Al hasyr: 7)
Terkadang juga menggunakan ba’
sababiyah (untuk menerangkan akibat dari suatu perbuatan,-penerj.), sebagai
mana tercantum dalam firmanya:
“…(azab) yang demikian itu adalah
disebabkan perbuatan tanganmu sendiri.” (QS.Ali Imran: 182)
“…(dia akan menerangkan kepadamu)
apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al
Maidah: 105)
“…(maka rasakanlah siksaan) karena
perbuatan yang telah kamu lakukan.” (QS. Al A’raf: 39)
“… yang demikian itu karena mereka
kafir kepada ayat-ayat allah.” (QS. Ali Imran: 112)
Terkadang pula menggunakan maf’ul li-ajlih
(menjelaskan tentang sesuatu yang dilakukan demi kepentingan tertentu,-penerj.)
baik dijelaskan secara lafal atau dibuang, sebagaimana tercantum dalam
firman-nya:
“…(jika tak ada dua orang
laki-laki), maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari
saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi
mengingatkannya.” (QS. AL Baqarah: 282)
“…(kami lakukan yang demikian itu)
agar di hari kiamat nanti kamu tidak mengatakan,’sesungguhnya kami (bani adam)
adalah orang-orang yang lengah terhadap masalah ini (ke-esaan allah).” (QS. Al
A’raf: 172)
“…(kami turunkan al qur’an
itu) agar kamu (tidak)
mengatakan,’bahwavkitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum
kami.” (QS. Al An’am: 156)
Terkadang menggunakan fa’
sababiyah, sebagaimana disebutkan dalam firman-nya:
“lalu mereka mendustakanya dan
menyembelih unta itu. Maka, tuhan membinasakan mereka disebabkan dosa mereka,
lalu allah menyamaratakan mereka(dengan tanah).” (QS. Asy Syams: 14)
“maka (masing-masing) mereka
mendurhakai rasul tuhan mereka, lalu allah menyiksa mereka dengan siksaan yang
sangat keras.” (QS. Al Haqqah: 10)
“maka(tetaplah) mereka mendustakan
keduanya, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.” (QS.
Al Mukminun: 48)
Terkadang menggunakan partikel
‘lamma’ yang menunjukkan adanya pembalasan, sebagaimana tersebut dalam
firman-nya:
“maka tatkala membuat kami murka,
kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut).” (QS.
Az Zukhruf: 55)
Terkadang menggunakan ‘inna dan
yang sepandan’, sebagaimana tersebut dalam firman-nya:
“… seungguhnya mereka adalah
orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang
baik.” (QS. Al Anbiya: 90)
Dan firman mengenai golongan
kebalikan mereka:
“… seungguhnya bmereka adalah kaum
yang jahat, maka kami tengelamkan mereka semuanya.” (QS. Al Anbiya: 77)
Menggunakan partikel ‘Laula’ yang
menunjukkan hubungan kata, sebelumnya dengan yang sesudahnya, sebagai mana
tersebut dalam firman-nya:
“maka kalau sekiranya dia tidak
termasuk orang-orang yang banyak mengingat allah, niscaya ia akan tetap tinggal
di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”(QS. Ash Shaffat: 143-144)
Terkadang menggunakan ‘lau’ yang
menunjukkan syarat, sebagaimana fiman-nya:
“… dan sesungguhnya kalau mereka
melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tetulah hal yang demikian
itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (imam mereka).” (QS. An Nisa:
66)
Kesimpulanya, al qur’an mulai dari
awal sampai akhir dengan jalan menerangkan tentang hubungan balasan kebaikan
dan kejahatan hukum-hukum alam dan perintah agama sesuai dengan sebab akibat,
bahkan hubungan hukum-hukum duniawi dan ukhrawi, kebaikan dan kejelekanya tergantung
kepada sebab akibat dan amal-amal yang dilakukanya.
Orang yang mau memikirkan masalah
ini dengan pemikiran yang jernih niscaya ia dapat mengambil manfaat secara
maksimal dan tidak akan menggantungkan diri kepada takdir yang belum diketahui.
Lemah, gegabah, dan lalai. Sehingga sifat tawakalnya itu suatu kelemahan dan
kelemahanya adalah tawakalnya. ( antara tawakal dan kelemahanya tidak dapat
dibeda-bedakan,-penerj.)
Orang faqih benar-benar paham pada
agama adalah orang yang dapat menolak atau menghalangi takdir allah dengan
menggunakan takdir itu sendiri. Bahkan tidak mungkin manusia dapat hidup tanpa
mempunyai sikap yang demikian. Ketahuilah, bahwasanya lapar, dahaga, dingin,
dan segala macam rasa khawatir dan takut berasal dari takdir. Sedangkan manusia
kebanyakan lupa menghalau takdir allah dengan menggunakan takdir itu sendiri.
Demikianlah orang yang telah
mendapatkan petunjuk dan ilham kebenaran dari allah. Ia akan berusaha menolak
takdir siksa di akhirat dengan menggunakan takdir bertobat, iman dan amal-amal
shaleh. Demikianlah keseimbangan takdir yang terjadi di dunia dan kebalikanya
adalah sama. Tuhan yang menguasai kedua ala mini (dunia dan akhirat) adalah
satu dan kebijaksanaanya pun juga hanya satu. Satu sama lain tidak saling
bertentangan dan tidak saling membatalkan.
Masalah ini penting untuk diketahui
bagi orang yang ingin memahami kedudukan takdir dalam kehidupan. Hanya kepada
allah-lah kita memohon pertolongan.
Tetapi, di sini masi ada dua
masalah yang dapat menuntukan kebahagiaan dan keberuntungan seseorang.
Di antaranya, ia harus mengetahui
rincian masing-masing sebab terjadinya kejelekan dan kebaikan. Ia harus peka
dan waspada terhadap sebab-sebab tersebut sesuai dengan kejadian yang ia liat
di dunia ini. Atau yang terjadi atas dirinya dan orang lain, termasuk apa yang
pernah ia dengar tentang cerita orang-orang dulu dan orang-orang sekarang.
Senin, 13 Agustus 2012
UMAR RA. MOHON KEMENANGAN DENGAN BERDOA
Para
sahabat Nabi Saw. Adalah orang yang paling mengenal allah dan rasul-nya. Orang yang
paling pandai di bidang ilmu agama. Mereka adalah orang-orang yang paling teguh
melakukan sebab, syarat, dan tata krama berdoa dibanding yang lain.
Sahabat
Umar bin khattab ra. Dalam mengalahkan musuhnya, beliau senantiasa memohon
pertolongan kepada allah. Doa, menurut pendapatnya merupakan tentara yang
paling penting. Beliau pernah berkata kepada teman-temanya,”kalian mendapatkan
kemenangan bukan karena jumlah kalian yang banyak, tapi kalian mendapatkan
kemenangan karena ada pertolongan yang datang dari langit.” Beliau juga pernah
mengatakan,” aku tidak akan merasa susah karena doaku tidak terkabulkan, akan
tetapi aku susah karena doa itu sendiri. Apabila kalian telah mendapatkan ilham
untuk berdoa, maka terkabulnya doa itu adalah bersama dengan doa itu sendiri. Beliau
kemudian mensistir sebuah syair:
“jika anda tidak menginginkan tercapainya apa yang aku
harapkan dan yang aqu mohonkan dari kedua telapak tanganku, tentu anda tidak
akan menyuruh aku membiasakan meminta.”
Barang siapa
yang telah mendapatkan ilham untuk berdoa, maka berarti doanya akan dikabulkan.
Allah swt. Berfirman:
“berdoalah kepada-ku, niscaya akan ku-perkenankan bagimu.” (QS.Ghafir: 60)
“dan apabila hamba-hamba-ku bertanya kepadamu tentang aku,
maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabarkan permohonan orang
yang mendoakan apabila ia berdoa kepada-ku.”(QS. Al Baqarah: 186)
Dalam kitab
sunan ibnu majah ada ebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, rasulullah
saw. Bersabda:
“siapa saja yang tidak mau memohon kepada allah, niscaya
allah akan murka kepadanya.”
Ini menunjukan
bahwa ridha allah swt. Tergantung kepada permohonan dan ketaatan seseorang. Apabila
tuhan yang maha memberkahi dan maha tinggi telah ridha atas diri seseorang,
maka setiap kebaikan yang dilakukan berada dalam ridhanya. Begitu juga
kemaksiatan yang ia lakukan berada dalam kemurkaan-nya.
Imam ahmad
dalam kitab az-zuhud menyebutkan sebuah atsar yang artinya,”aku adalah allah,
tiada tuhan selain aku. Apa bila aku telah rela atas sesuatu maka aku akan
memberikan berkah, dan berkah-ku tidak akan habisnya jika aku murka atas suatu
perkara nicaya aku akan melaknatinya. Sedangkan laknat-ku akan berlangsung
sampai tujuh ampunan.”
Dalil-dalil
yang bersumber dari al-qur’an, hadis, akal dan penyelidikan bangsa-bangsa yang
berlainan suku bangsa, agama, dan rasnya, telah menunjukan bahwa mendekatkan
diri kepada zat penguasa alam semesta, mengharap ridha-nya, berbuat baik kepada
sesama makhluk allah, adalah sebab yang paling utama guna mendatangkan setiap
kebaikan. Sebaliknya kemaksiatan adalah sebab yang paling besar dalam
mendatangkan setiap kejelekan. Dengan demikian, maka tidak mungkin dapat
mendapatkan nikmat allah serta dapat menolak siksa-nya kecuali hanya dengan
cara berlaku taat dan mendekatkan diri pada-nya disamping berbuat baik kepada sesama
makhluk-nya
DOA ADALAH SEBAB YANG PALING KUAT
Dengan demikian, maka doa merupakan sebab yang paling kuat. Apabila
dengan berdoa ia memperoleh apa yang diminta, maka tidak boleh dikatakan bahwa
doa itu tidak berguna sama sekali. Sebagaimana tidak boleh dikatakan makan,
minum, semua usaha dan amal perbuatan itu tidak ada gunanya sama sekali. Tidak ada
sedikitpun sebab lebih bermanfaat dan lebih dapat menghasilkan sesuatu yang
diharapkan disbanding dengan doa.
Read More
DOA DAN QADAR
Dalam masalah ini terdapat pernyataan yang sangat terkenal,
yaitu:
Bahwa
sesuatu yang diminta bila telah ditakdirkan oleh allah, maka hal tersebut mesti
terjadi baik hamba tersebut berdoa maupun tidak. Apabila yang diminta itu tidak
ditakdirkan oleh allah, maka hal tersebut tidak munggkin terjadi, baik hamba
itu memintanya atau tidak.
Ada
sekelompok orang yang membenarkan pernyataan ini, sehingga mereka tidak perlu
berdoa. Meraka mengataka, doanya tidak berguna sama sekali. Di antara kelompok
ini sendiri juga timbul bertentangan. Kekerasan pendapatnya itu mengakibatkan
tidak dipenuhinya semua sebab, sehingga ada yang mengatakan kepada mereka:
Jika
kenyang dan rasa segar itu keduanya telah ditakdirkan atas kamu, maka keduanya
mesti terjadi, baik kamu makan atau tidak. Apabila kedua-duanya tidak di
takdirkan, maka hal itu tidak mungkin terjadi baik kamu makan atau kamu tidak
makan.
Apabila
kamu telah ditakdirkan mempunyai seorang anak, maka hal itu mesti terjadi, baik
kamu melakukan persetubuhan dengan istri maupun tidak. Bila kamu tidak
ditakdirkan mempunyai anak, maka hal itu tidak akan terjadi. Sehingga kamu
tidak perlu beristri atau memelihara gundik. Begitu seterusnya.
Maka,
pantaskah manusia yang berakal ini berpendapat demikian? Sedang hewan saja
tetap terikat hukum sebab musabab guna melangsungkan kehidupanya. Maka, orang
yang berpendapat demikian sama dengan bintang ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Satu sama
lain antara mereka saling menampakan kepandaiannya. Ada yang mengatakan, “menyibukkan
diri dalam berdoa adalah termsuk kategori ibadah murni yang mana allah akan
memberikan pahala kepada orang yang berdoa. Dengan cara apapun doa tersebut
tidak akan membuahkan hasil sesuai dengan yang diminta. Di sini, menurut
pendapat orang yang berlagak pandai ini tidak ada perbedaan antara berdoa dan
tidak berdoa dengan sepenuh hati dan mulut dalam hal menghasilkan sesuatu yang
diminta. Menurut mereka hubungan doa dengan keberhasilan sesuatu yang diminta
adalah sama dengan hubungan diam tak berdoa tidak ada bedanya sama sekali.
Kelompok
lain yang lebih pandai dari mereka berpendapat: bahwa doa merupakan suatu tanda
yang ditancapkan oleh allah swt. Sebagai bukti atas terpenuhinya suatu
kebutuhan. Apabila allah berkenan mengabulkan doa seorang hamba, maka ini
berarti suatu tanda dan bukti bahwa kebutuhanny telah terpenuhi. Hal ini sama
halnya bila kamu melihat adanya awan hitam yang dingin di musim hujan. Itu sebagai
tanda akan turun hujan.
Mereka mengatakan,
itu akibat dari ketaatan yang akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, kekufuran
dan kemaksiatan akan mendapatkan siksa. Ini sebagai bukti adanya pahala
siksaan, bukan suatu sebab terjadinya pahala dan siksaan tadi.
Demikian
juga menurut mereka masalah pecah dan pemecahan, terbakar dan pembakaran,
terlepasnya nyawa dan pembunuhan. Hal tersebut bukan merupakan suatu sebab yang
pasti. Juga tidak ada hubungan sebab musabab antara keduanya, kecuali hnya
kebetulan belaka. Bukan hubungan sebab akibat.
Dengan demikian
berarti mereka telah menentang perasaan, pikiran, syri’at agama, dan fitrahnya
sendiri. Mereka ditertawakan oaring-orang yang berakal.
Yang benar
adalah kelompok yang ketiga yang tidak disebutkan oleh si penanya, yakni
sesuatu yang telah ditakdirkan allah itu bisa terjadi sesuai dengan kadar
penyebabnya, di antara penyebabnya adalah doa. Sesuatu perkara tidak akan
terjadi tanpa ada penyebabnya. Tetapi hal itu terjadi sesuai dengan kadar sebab
yang dilakukan.
Apabila
seorang hamba melakukan suatu sebab, maka akan terjadi sesuatu yang
ditakdirkan. Tetapi bila ia tidak melakukan penyebabnya, maka tidak akan
terjadi sesuatu yang di takdirkan. Misalnya, takdir kenyang dan segar setelah
makan dan minum. Takdir punya anak setelah adanya persetubuhan. Takdir memperoleh
hasil pertanian sebab menebarkan benih. Takdir keluarnya nyawa seekor hewan
karena disembelih. Demikian pula takdir masuk surge karena amal-amalnya pula.
Pendapat
inilah yang benar. Namun pendapat ini ditolak si penanya, sebab tidak
sependapat dengannya.
SYARAT-SYARAT TERKABULNYA DOA
Doa-doa dan ta’awudz kedudukannya sama dengan kedudukan
senjata. Senjata dapat membahayakan orang lain bukan hanya karena ketajamanya
saja.
Jika
senjata tersebut benar-benar sempurna, tidak terdapat cacat sedikit pun, sedang
tangan yang menggunakannya adalah tangan orang yang kekar, dan disana tidak
terdapat sesuatu yang menghalanginya, maka senjata tersebut dapat melukai
musuh. Apa bila salah satu ketentuan tersebut tidak terpenuhi maka hasilnya
akan berbeda.
Apabila
doa yang dibacanya itu tidak benar, atau ketika berdoa orang tersebut tidak
sepenuh hati, atau disana terdapat sesuatu yang dapat menghalangi terkabulnya
doa, maka doa tersebut tidak akan menghasilkan sesuatu.
TEMPAT-TEMPAT BERDOA
Seringkali kita dapatkan doa-doa yang di baca oleh
sekelompok kaum, lalu doa tersebut dikabulkan. Ternyata doa tersebut disertai
dengan kondisi kebutuhan yang sangat/ bagi oaring yang berdoa, sehingga jiwa
raganya benar-benar dihadapkan kehadirat allah, atau kerena telah didahului
dengan kebaikan sehingga allah berkenan mengabulkan doanya, sebagai tanda
terima kasih atas kebaikanya atau karena doa
tersebut di lakukan pada saat yang mustajab dan lain sebagainya, sehingga ada orang mengira bahwa rahasia terkabulnya doa tersebut terletak pada hakikat doa itu sendiri, sehingga ia menggunakan doa itu tanpa memikirkan hal-hal yang harus dilakukan oleh orang yang sedang berdoa.hal ini sama dengan orang yang menggunakan obat mujarab yang harus digunakan pada saat tertentu dengan cara tertentu pula,sehingga oat tersebut benar-benar kelihatan manjurnya. Orang lain mengira bahwa penggunaan obat tersebut cukup diminum begitu saja.orang yang bersangka dimikian ini salah, dan ini sering dilakukan oleh kebanyakan orang.
tersebut di lakukan pada saat yang mustajab dan lain sebagainya, sehingga ada orang mengira bahwa rahasia terkabulnya doa tersebut terletak pada hakikat doa itu sendiri, sehingga ia menggunakan doa itu tanpa memikirkan hal-hal yang harus dilakukan oleh orang yang sedang berdoa.hal ini sama dengan orang yang menggunakan obat mujarab yang harus digunakan pada saat tertentu dengan cara tertentu pula,sehingga oat tersebut benar-benar kelihatan manjurnya. Orang lain mengira bahwa penggunaan obat tersebut cukup diminum begitu saja.orang yang bersangka dimikian ini salah, dan ini sering dilakukan oleh kebanyakan orang.
Dari
penjelasan diatas, terkadang ada orang yang doanya dikabulkan ketika ia berdoa
di dekat kuburan lantaran keterdekatannya, sehingga orang yang tidak tahu
mengira bahwa rahasia terkabulnya doa itu terletak dikuburan tersebut,sedang ia
tidak tahu bahwa rahasianya terletak pada keterdesakannya dan kesungguhannya
menghadap kepada allah. Jika doa itu dilakukan di rumah-rumah allah (masjid)
maka yang demikian itu lebih baik dan lebih disukai allah.
DOA YANG BIASA DIBACA NABI SAW
Diantara doa-doa yang biasa dibaca nabi saw. Adalah
sebagaimana yang disebutkan dalam kitab as sunah dan dalam kitab sahih ibnu
hibban yang bersumber dari hadis Abdullah bin buraidah yang diriwayatkan oleh
ayahnya sendiri, bahwa rasulullah saw. Pernah bersabda:
“ya allah,sesungguhnya aku memohon kepada mu , sesungguhnya
aku bersaksi bahwasannya engkau adalah allah, tiada tuhan selain engkau, yang
maha esa tempat bergantung segala sesuatu yang tidak beranak dan tidak
diperanakan dan tidak ada seorangpun yang menyamainya .”
Rasulullah
saw. Kemudian bersabda,” sungguh dia telah memohon kepada allah dengan
menggunakan sebuah nama yang mana jika nama itu dipergunakan untuk meminta
pasti akan diberikan dan apa bila nama tersebut di pergunakan untuk berdoa
pasti akan dikabulkan.”
Teks
yang lain menyebutkan:
“sungguh aku telah memohon kepada allah dengan menyebut
namanya yang paling agung.”
Dalam
kitab as sunan dan kitab sahih ibnu hibban juga di sebutkan sebuah hadis yang
berasal dari anas bin malik :bahwasanya suatu saat ia pernah duduk bersama
rasulullah saw. Dan disana ada seorang laki-laki yang sedang salat, kemudian
berdoa:
“ya allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu bahwasanya
hanya bagimulah segala puji, tiada tuhan melainkan engkau, yang maha pemberi,
pencipta langit dan bumi. Wahai zat yang memiliki ke agungan dan kemuliaan,
wahai tuhan yang maha hidup, wahai zat yang maha kekal.” Nabi saw. Melanjutkan
sabdanya,” sesungguhnya ia telah memohon kepada allah dengan menyebut
nama-namanya yang maha agung yang mana nama itu di pergunakan untuk berdoa
pasti akan dikabulkan dan jika dipergunakan untuk meminta maka akan diberi.”
Kedua
hadis tersebut dikeluarkan oleh imam ahmad dalam kitab musnadnya.
Dalam
kitab jami’ at tirmidzi, disebutkan sebuah hadis yang berasal dari asma’ binti
yazid, bahwasanya nabi saw. Bersabda:
“nama allah yang maha agung ini terdapat pada dua buah ayat
berikut ini.’ Dan tuhan mu adalah tuhan yang maha esa, tiada tuhan melainkan
dia, yang maha pemurah dan maha penya-yang.”(QS. AL BAQARAH:163)
Juga terdapat pada permulaan surat ali imran:
“ alif laam miiem, tiada tuhan melainkan dia, yang hidup
kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.”
At
tirmidzi mengatakan, “ ini adalah hadis sahih.
Disebutkan
dalam kitab musnad imam ahmad dan kitab sahih al-hakim sebuah hadis yang
bersumber dari abi hurairah dan anas bin malik serta rabi’ah bin amir, nabi
Muhammad saw. bersabda:
“ perbanyaklah berdoa dengan kalimat ya dzal jalaali wal
ikraam (ya allah yang memiliki kebesaran dan kemuliaan) maksudnya, pakailah
kalimat tersebut dalam berdoa.”
Dalam kitab jami’ at-tirmidzi
disebutkan sebuah hadis yang berasal dari abu hurairah ra:
“bahwa rasulullah
saw. Mempunyai suatu kepentingan, maka beliau mengangkat kepalanya kea rah
langit, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau berkata,’ wahai
zat yang hidup kekal dan senantiasa berdiri sendiri.”
Dalam
kitab yang sama disebutkan sebuah hadis yang bersumber dari anas bin malik, ia
mengatakan, bawa rasulullah saw. Bila mempunyai urusan yang amat penting,
beliau berdoa:
“ wahai zat yang hidup kekal dan yang berdiri sendiri,
dengan rahmat-mu aku memohon pertolongan.”
Dalam
kitab sahih al-hakim ada sebuah hadisyang bersumber dari umamah, nabi saw.
Bersabda:
“ nama allah yang maha agung itu terdapat pada tiga buah
surat dalam al-qur’an , yaitu: surat al-baqarah, ali imran,dan thaha. Al qasim
berkata, ‘ aku kemudian mencarinya, dan ternyata di sana terdapat ayat al hayyu
al qayyum(zat yang hidup kekal dan senantiasa bediri sendiri).”
Dalam
kitab jami’ at timidzi dan kitab sahih al hakim di sebutkan sebuah hadis yang
berasal dari sa’ad bin abi waqqash, nabi Muhammad saw. Bersabda:
“doa dzinnun yang diucapkan ketika berada dalam perut ikan
adalah: tidak ada tuhan melainkan engkau. Maha suci engkau, sesungguhnya aku
adalah termasuk orang-orang yang zalim.”(QS AL Anbiya’:87)
Ketahuilah,
bahwa tidak ada seorang muslim yang berdoa menggunakan ayat tersebut kecuali
allah telah mengabulkanya.
At-tirmidzi
mengatakan: hadis ini sahih. Dalam kitab mustadrak al-hakim ada sebuah hadis
yang bersumber dari sa’ad nabi saw. Bersabda:
“bukankah kamu tidak ingin aku beritahu tentang sesuatu
perkara jika seseorang di antara kalian ada yang mempunyai urusan penting
kemudian ia berdoa dengan perkara tersebut niscaya allah akan menghilangkannya?
Yaitu doa dzinnun.”
Di
dalam kitab sahih al hakim ada sebuah hadis yang bersumber dari sa’ad ,
bahwasanya ia pernah mendengar nabi saw. Bersabda:
“apakah kalian ingin
aku tunjukan nama allah yang agung? Yaitu doa nabi yunus. Ada seorang laki-laki
yang bertanya, wahai rasulullah, ‘apakah nabi yunus itu mempunyai suatu
keistimewaan?’ nabi menjawab,”tidaklah kamu dengarkan firman allah, maka kami
telah memperkenalkan doanya dan menyelamatkan dari kedukaan. Dan demikianlah
kami selamatkan orang-orang yang beriman’.”(QS AL Anbiya’:88)
Setiap
orang muslim ketika di timpa sakit mau berdoa dengan ayat tersebut sebanyak 40
kali kemudian ia mati karena sakit tersebut, maka ia akan mendapatkan pahala
sama dengan pahalanya sama orang yang mati syahid, dan jika ia sembuh, maka ia
akan diampuni dari segala dosanya.
Dalam
kitab sahihul bukhari dan sahihul muslim ada sebuah hadis yang bersumber dari
ibnu abbas, bahwasanya rasulullah saw. Ketika ditimpa kesusahan beliau berdoa:
“tiada tuhan melainkan allah yang maha besar lagi maha
pemurah. Tiada tuhan selain allah yang menguasi arsy yang amat besar. Tiada
tuhan melainkan allah yang menguasai langit dan bumi juga yang menguasai arsy
yang mulia.”
Dalam kitab musnad imam ahmad terdapat sebuah hadis yang
berasal dari ali bin abi thalib ra., ia berkata:
“ rasulullah saw. Pernah mengajarkan kepada saya, apabila
aku mendapatkan suatu kesusahan hendaknya aku berdoa: tiada tuhan selain allah
yang maha pemurah dan maha mulia. Maha suci dan maha berkah, allah yang
menguasai arsy yang amat besar. Dan segala puji bagi allah yang menguasai alam
semesta.”
Dalam
kitab musnad imam ahmad juga terdapat sebuah hadis yang bersumber dari Abdullah
bin mas’ud, rasulullah saw. Bersabda:
“tiadalah seorang yang tertimpa kesusahan atau kepedihan
kemudian ia mau berdo,’ ya allah, sesungguhnya aku adalah hamba-mu, anak
hamba-mu, anak hamba perempuanmu.ubun-ubunku ada pada kekuasaanmu. Keputusanmu
adalah adil dan itu merupakan takdirmu.aku memohon kepadamu ya allah dengan
segala nama yang engkau miliki, yang dengannya kamu namakan dirimu atau yang
telah engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhlukmu, atau yang telah
engkau turunkan di dalam kitabmu , atau yang engkau rahasiakan dengan ilmu
ghaibmu, agar engkau jadikan al-qur’an yang mulia sebagai pemenuh hatiku,
cahaya dadaku, pengusir kepedihanku dan penghapus kesusahanku,’melainkan allah
swt. Akan menghilangkan kepedihan dan kesusahannya dan allah akan
menggantikannya dengan kegembiraan. Kemudian ada orang yang bertanya,’ wahai
rasulullah hendaknya kita mempelajarinya .’ beliau menjawab,’ ya, sebaiknya
bagi yang telah mendengarkan agar mempelajarinya’.”
Ibnu mas’ud berkata,” tidaklah ada
seorang nabi pun yang tertimpa suatu kesulitan melainkan ia memohon pertolongan
kepada allah dengan membaca tasbih.”
Ibnu
abi dunya, dalam kitab al mujanin dan kitab ad doa dari al hasan, ia
berkata,”dulu, ada seorang sahabat nabi dari kaum anshar yang dijuluki dengan
julukan abu muallaq, ia adalah seorang saudagar yang berdagang dengan harta
miliknya sendiri dan juga milik orang lain.”ia telah menjelajah ke seluruh
penjuru jazirah arab. Selain pedagang ia adalah seorang ahli ibadah dan
bersifat wara’. Suatu ketika ia keluar untuk berdagang, kemudian bertemu kepada
seorang perampok yang bersenjata pedang. Perampok itu berkata kepadanya,
“serahkan harta semua yang kamu bawa, aku akan membunuhmu.” Saudagar itu
menjawab, “ bila kamu hanya menginginkan darahku, maka ambillah harta itu .”
perampok itu menjawab, “ harta benda itu sudah tentu menjadi milikku, sedangkan
aku tidak menginkan yang lain kecuali darahmu. Saudagar itu berkata.,” jika
kamu tidak menginginkannya, maka biarlah aku mengerjakan salat empat rakaat
dulu. Perampok itu menjawab,” salatlah semaumu.” Saudagar tersebut kemudian
mengambil air wudhu lalu melakukan salat empat rakaat. Diantara doa yang dibaca
pada waktu sujud terakhir ialah :
“wahai zat yang maha pengasih, wahai zat yang maha pengasih,
wahai zat yang maha menguasai arsy yang amat mulia, wahai zat yang maha
melaksanakan segala sesuatu yang engakau kehendaki, aku mohon kepadamu dengan
kemulianmu yang tidak diragukan, dan dengan kerajaanmu yang tidak tertandingi,
dan dengan cahayamu yang memenuhi pejuru arsy-mu agar engkau hindarkan aku dari
kejahatan perampok ini, wahai zat yang maha menolong, tolonglah aku.”(3 kali)
Tiba-tiba
datang seorang penunggang kuda yang ditanganya tergam sebuah tombak pendek yang
diletakan diantara kedua buh daun telinga kudanya. Ketika perampok tersebut
melihat kedatanganya, ia lalu menghampirinya. Lelaki penunggang kuda itu lalu
mencederainya dan kemudian membunuhnya. penunggang kuda itu lalu datang
menghampiri saudagar sambil berkata.”berdirilah.” saudagar itu lalu bertanya,”
siapakah tuan, ayahku dan ibuku sebagai tebusanmu. Sungguh, lantaran tuan, hari
ini allah telah memberikan pertolongan kepadaku. Penunggang kuda itu menjawa,”
aku adalah seorang malaikat dari penduduk langit keempat. Engkau telah berdoa,
dengan doamu yang pertama terdengar gemerincing di pintu-pintu langit, kemudian
engkau berdoa lagi dengan doamu yang kedua sehingga penduduk langit mendengar
suara gaduh, engkau kemudian berdoa lagi dengan doa mu yang ketiga lalu
dikatakan kepadaku, “ini adalah doa seorang yang sedang ditimpa kesusahan.”
Kemudian aku memohon kepada allah agar aku diberi wewenang untuk pembunuhnya.
Al-hasan
berkata,” barangsiapa yang berwudhu kemudian melakukan salat empat rakaat dan
kemudian berdoa sebagai mana doa ini, maka doanya akan dikabulkan baik ia
sedang mengalami kesusahan atau tidak.”
WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA
Jika itu disertai kesungguhan hati dalam mengharap apa yang
diminta, dan doa tersebut di ucapkan pada salah satu waktu dari 6 waktu berikut
ini, maka doa tersebut akan di kabulkan. Enam waktu tersebut ialah: sepertiga
terakhir dari setiap malam, ketika selesai azan di kumandangkan, antara azan
dan iqomah, ketika selesai melakukan shalat fardhu, ketika imam sudah naik
bimbar pada hari jum’at hari itu juga, dan waktu akhir setelah shalat ashar.
Disamping
itu, doa harus dilakukan dengan hati yang khusyu, bersimpuh di hadapan allah,
merendahkan diri dan mengharap belas kasih-nya, menghadap kiblat, dalam keadaan
suci, mengangkat kedua tangan kepada allah, dimulai dengan mengucap
pujian-pujian, membaca salawat kepada nabi Muhammad saw. Mengakui segala
dosanya sambil minta ampun dan membaca istigfar, baru kemudian mohon kepada
allah dengan menyatakan apa-apa yang di minta disertai dengan penuh rasa
kecintaan dan penuh rasa kekhawatiran, dan di barengi bertawassul dengan asmaul
husna.
Selain
itu, hendaknya sebelum berdoa didahului dengan pemberian sedekah.
Apabila
doa itu sudah memenuhi syarat- syarat tersebut di atas, maka selamanya doa itu
tidak akan di tolak, lebih-lebih jika doa yang di baca itu doa-doa yang di riwayatkan
dari nabi Muhammad saw. Doa-doa yang di riwayatkan dari nabi Muhammad saw.
Doa-doa yang di ajarkan nabi itu kemungkinan besar dikabulkan
HAL-HAL YANG MENGHALANGI TERKABULNYA DOA
Salah satu
hal yang dapat menghambat terkabulnya doa, adalah orang yang minta segera
dikabulkan doanya dan ia menganggap doanya lama tidak dikabulkan, sehingga ia
berkeluh kesah dan akhirnya tidak mau berdoa. Seperti orang yang menaburkan
sebutir biji atau menanam sebatang pohon, ia selalu merawat dan menyiraminya. Setelah
dirasa pertumbuhannya lambat dan tidak cepat berkembang, ia meninggalkan dan
membiarkanya.
Dalam kitab sahih bukhari di sebutkan sebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, rasulullah saw. Bersabda :
Dalam kitab sahih bukhari di sebutkan sebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, rasulullah saw. Bersabda :
“salah seorang dari kamu akan dikabulkan doanya selama ia
tidak tergesa-gesa, yakni dalam mengatakan dalam doanya,’aku telah berdoa,
tetapi doaku tidak pernah dikabulkan’.”
Dalam kitab
sahih muslim ada sebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, bahwa
rasulullah saw. bersabda:
“ allah akan selalu berkenan mengabulkan doa seorang hamba
selama tidak mengandung dosa atau memutuskan hubungan keluarga dan selama tidak
meminta cepat-cepat dikabulkan. Ada seorang yang mengajukan pertanyaan,’wahai
rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’ beliau menjawab,’ ia
mengataan, aku telah berdoa dan etrus berdoa, tetapi aku tidak pernah melihat
doa ku dikabulkan, akhirnya ia berkeluh kesah dan tidak mau berdoa’.”
Dalam kitab
musnad imam ahmad di sebutkan sebuah hadis dari sahabt anas, bahwa rasulullah
saw. Bersabda :
“seorang hamba akan selalu berada dalam kebaikan selama ia
tidak tergesa-gesa. Para sahabat bertanya,’wahai rasulullah, bagai mana caranya
tergesa-gesa ? nabi menjawab, ia mengatakan ,’tuhanku, aku telah berdoa, tapi
mengapa doaku tidak dikabulkan’.
DOA SECARA KONTINYU
Salah satu obat yang paling manjur adalah doa secara
kontinyu. Dalam kitab as sunan ibnu majah meriwayatkan sebuah hadis dari abi
hurairah:
Read More
“ barangsiapa yang tidak mau memohon kepada allah, maka
allah akan murka kepadanya.”
Dalam kitab sahih al hakim juga di sebutkan sebuah hadis dari anas nabi Muhammad saw. Bersabda:
Dalam kitab sahih al hakim juga di sebutkan sebuah hadis dari anas nabi Muhammad saw. Bersabda:
“ jangan sekali-kali kalian lemah dalam berdoa, karena
sesungguhnya tidak ada seorangpun yang celaka karena berdoa.”
Al auza’I meriwayatkan sebuah hadis yang berasal dari az
zuhri, dari urwah dari aisyah ra. Rasulullah saw. Pernah bersabda:
“sesungguhnya allah suka pada orang yang terus-menerus
berdoa.”
Dalam
kitab az zuhud karangan imam ahmad disebutkan sebuah hadis yang berasal dari
qatadah, munawarraq berkata, aku tidak pernah menemukan suatu perumpamaan bagi
seorang mukmin melainkan ia melainkan ia bagaikan seorang yang terapung dalam
lautan dengan menumpang pada sebatang kayu sambil berdoa,” wahai tuhanku, wahai
tuhanku! Dengan suatu harapan agar ia diberikan keselamatan oleh allah swt.”
DOA YANG DIHUBUNGKAN DENGAN MUSIBAH MEMPUNYAI BEBERAPA TINGKATAN
doa bila dihubungkan dengan musibah
mempunyai 3(tiga) tingkatan:
* pertama, doa lebih kuat dibandingkan musibah sehingga ia menolak musibah.
* kedua, doa lebih lemah dari musibah, sehingga doa terkalahkan yang akhirnya seseorang akan terkena musibah, akan tetapi doa tersebut terkadang dapat meringankan bala' tersebut walaupun sedikit.
* ketiga, antara doa dan musibah sama kuatnya sehingga satu sama lain saling berusaha untuk mengalahkanya.
al-hakim dalam kitab sahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari aisyah ra. bahwa rasulullah saw. bersabda :
" sikap hati-hati itu tidak dapat berpengaruh sedikitpun terhadap takdir allah, sedangkan doa itu bermanfaat untuk menolak sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi. dan sesungguhnya bala' itu pasti akan turun kemudian dihadang oleh doa lalu keduanya saling berbenturan sampai hari kiamat."
dalam kitab yang sama ibnu umar meriwayatkan, bahwa nabi bersabda:
" doa itu bermanfaat untuk menolak sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi. maka, hendaklah kalian selalu tetap berdoa wahai hamba-hamba allah."
masih dalam kitab yang sama, dari riwayat tsaubah, nabi bersabda:
"tidak ada yang mampu menolak takdir allah kecuali hanya doa, dan tidak ada yang dapat menambah amal seseorang kecuali kebaikan. dan sesungguhnya seseorang akan terhalang rezekinya akibat doa yang pernah di lakukannya."
Read More
* pertama, doa lebih kuat dibandingkan musibah sehingga ia menolak musibah.
* kedua, doa lebih lemah dari musibah, sehingga doa terkalahkan yang akhirnya seseorang akan terkena musibah, akan tetapi doa tersebut terkadang dapat meringankan bala' tersebut walaupun sedikit.
* ketiga, antara doa dan musibah sama kuatnya sehingga satu sama lain saling berusaha untuk mengalahkanya.
al-hakim dalam kitab sahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari aisyah ra. bahwa rasulullah saw. bersabda :
" sikap hati-hati itu tidak dapat berpengaruh sedikitpun terhadap takdir allah, sedangkan doa itu bermanfaat untuk menolak sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi. dan sesungguhnya bala' itu pasti akan turun kemudian dihadang oleh doa lalu keduanya saling berbenturan sampai hari kiamat."
dalam kitab yang sama ibnu umar meriwayatkan, bahwa nabi bersabda:
" doa itu bermanfaat untuk menolak sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi. maka, hendaklah kalian selalu tetap berdoa wahai hamba-hamba allah."
masih dalam kitab yang sama, dari riwayat tsaubah, nabi bersabda:
"tidak ada yang mampu menolak takdir allah kecuali hanya doa, dan tidak ada yang dapat menambah amal seseorang kecuali kebaikan. dan sesungguhnya seseorang akan terhalang rezekinya akibat doa yang pernah di lakukannya."
DOA ADALAH OBAT YANG PALING MUJARAB
doa adalah obat yang paling mujarab. ia musuh segala bencana. dapat
menolak bahkan dapat pula menghilangkannya. minimal meringankan bala' yang
datang. doa adalah senjata orang mukmin.
sebagai mana di riwayatkan oleh al hakim dalam kitab sahihnya yang berasal dari ali bin abi thalib ra. rasulullah saw. bersabda:
"doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit serta bumi."
Read More
sebagai mana di riwayatkan oleh al hakim dalam kitab sahihnya yang berasal dari ali bin abi thalib ra. rasulullah saw. bersabda:
"doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit serta bumi."
DOA ORANG YANG LUPA
Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya allah tidak akan menerima doa yang di ucapkan orang yang
lupa kepada allah dan seenaknya sendiri. Doa adalah obat mujarab yang dapat
menyembuhkan suatu penyakit, tetapi hati yang lupa kepada allah akan mempengaruhi
kemanjuran doa tersebut. Demikian pula makan-makanan yang haram dapat
mempengaruhi kemanjuran doa sekaligus melemahkan kekuatannya.
Seperti
disebutkan dalam kitab sahih muslim dari hadis abu hurairah, rasulullah saw.
Bersabda:
“ wahai semua manusia! Ketahuilah, bahwa allah itu baik. Ia
tidak menerima sesuatu kecuali hanya yang baik saja, dan sesungguhnya allah
telah memerintahkan kepada semua mukmin apa saja yang telah di perintahkan
kepada para rasul.”
Allah berfirman:
“ hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan
kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya aku maha mengetahui apa saja yang kamu
lakukan.”(QS>Al Mukminun:51)
“ hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki
yang baik-baik yang kami berikan kepadamu.”(QS. Al Baqarah:172)
Rasulullah saw. Menceritakan kisah
seorang yang selalu melakukan perjalanan sehingga rambutnya kusut dan berdebu,
ia selalu menengadahkan kedua tangannya kelangit sambil berdoa,”wahai tuhan
ku,wahai tuhanku,” akan tetapi ia selalu makan makanan haram, pakaiannya dari
barang haram dan selalu makan pagi dengan barang haram. Bagaimana mungkin
doanya akan di kabulkan.
Abdullah bin al-imam ahmad, dalam
kitab az-zuhud karangan ayahnya sendiri, menyebutkan,”pada suatu saat kaum bani
israil tertimpa bala’ kemudian mereka keluar dari kampunya menuju suatu tempat.
Allah memberikan wahyu kepada nabinya agar ia memberitahukan kepada
mereka,’kalian telah keluar menuju suatu bukit dengan badan yang penuh najis,
kalian telah berdoa kepada ku dengan tangan-tangan yang berlumuran darah dan
kalian telah memenuhi isi rumahmu dari barang-barang haram. Sekarang saatnya
tiba kemurkaan ku yang dahsyat kepada kalian, kalian bukanya bertambah dekat
dengan ku melainkan semakin bertambah jauh.”
Abu dzarr berkata,” doa memerlukan
kebersihan lahir dan batin sebagaimana halnya makanan membutuhkan garam.”
DOA DAPAT MENOLAK HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN
Demikian pula halnya doa, di samping merupakan suatu alat
yang paling kuat untuk menolak seseuatu yang tidak di inginkan, juga dapat
mendatangkan sesuatu yang diminta. Tetapi pengaruh doa tersebut akan berbeda-beda
menurut kadar iman seseorang. Kalau ada doa yang tidak di kabulkan oleh allah,
hal itu di sebabkan karena di dalam hati orang tersebut terdapat rasa
permusuhan, atau mungkin karena lemah imannya atau kurang bersungguh-sungguh
ketika berdoa kepada allah. Tidak terkabulnya doa ada kalanya karena adanya hal
yang menghambat terkabulnya doa itu, seperti makan barang haram, dosa-dosa yang
melekat di dalam hati, kecintaan dunia dan kelengahan hati, sebagaimana disebutkan dalam kitab mustadrak al hakim
dari riwayat abi hurairah, nabi saw. Bersabda:
“Berdoalah kepada allah dengan keyakinan bahwa doamu akan di
kabulkan.”
AL QUR'AN SEBAGAI OBAT MUJARAB
Sungguh allah swt. Allah telah berfirman bahwa al qur’an
adalah obat mujarab. Seperti yang di disinyalir dalam qur’an:
“Dan jika kami jadikan al qur’an itu suatu bacaan dalam
bahasa selain bahasa arab, tentulah mereka mengatakan,’mengapa tidak dijelaskan
ayat-ayatnya?’apakah(patut al qur’an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah
orang )arab? Katakanlah,’al qur’an itu adalah petunjuk
Selasa, 07 Agustus 2012
OBAT KEBODOHAN ADALAH BERTANYA
Penyakit
ini meliputi berbahagia penyakit hati, jiwa, dan penyakit badan serta berbagai
macam obat penyembuhan. Rasululah saw. Mengategorikan kebodohan sebagai suatu
penyakit, sedangkan obatnya adalah bertanya kepada ulama.
Langganan:
Komentar (Atom)
