Rabu, 29 Agustus 2012

TIPUAN NAFSU SEKITAR BEBERAPA SEBAB

0


                Setiap orang harus waspada dari tipuan nafsunya guna menghadapi sebab-sebab ini. Hal ini sangat penting. Dengan demikian seorang tahu bahwa kemaksiatan dan kelalaian termasuk sebagian sebab yang membahayakan dirinya di dunia maupun di akhirat. Dan ini mesti terjadi. Akan tetapi ia tertipu oleh hawa nafsunya sendiri. Tipuan ini terkadang berupa bersabar dengan pengampunan allah, menangguhkan tobat dan memohon ampun dengan lisan, melakukan hal-hal yang hukumnya sunat, beralasan bahwa maksiat yang di lakukan itu karena telah ditakdirkan oleh allah atau beralasan dengan hal-hal semacam itu, atau terkadang dengan cara mengikuti jejak orang-orang bersabar.
Read More

Selasa, 14 Agustus 2012

SEJARAH MENOLONG KITA MEMAHAMI WAHYU

0

                Cara yang paling efektif untuk mengetahui kejadian sejarah adalah dengan mempelajari dan mendalami kandungan al qur’an, karena semua itu sudah terkandung didalamnya secara sempurna. Di sana dijelaskan pula sebab-sebab terjadinya kebaikan dan kejahatan secara lengkap, rinci dan jelas. Kemudian mempelajari as sunah sebagai penjelas kandungan al qur’an, sunah nabi adalah wahyu kedua.  Keduanya adalah sumber yang lengkap sebagai rujukan bagi orang yang menghendakinya, disbanding dengan lainya. Keduanya akan menjelaskan kepada anda tentang kebaikan, kejahatan serta sebab musababnya. Sehingga anda bisa melihat hubungan sebab akibat dengan jelas. Jika anda mempelajari kisah-kisah umat masa lampau dan ketentuan-ketentuan allah terhadap hamba-nya yang taat dan yang durhaka, maka kisah-kisah yang diceritakan allah dalam al qur’an secara rinci, sekaligus hukuman yang di janjikan oleh allah kepada mereka.
                Dan anda akan mengetahui tanda-tanda kekuasaan-nya di jangat ini. Semua itu menunjukkan kepada anda bahwa al qur’an itu benar, rasul itu benar, dan sesungguhnya allah pasti akan melaksanakan janji-nya. Sejarah adalah rincian dari bagian-bagian sesuatu yang dengannya kita ketahui tentang allah dan rasul-nya, termasuk sebab-sebab yang menyangkut kebaikan dan kejahatan.
Read More

HUBUNGAN KEBAIKAN DAN KEJELEKAN DENGAN AMAL

0

                Di dalam al qur’an allah swt. Menghubungkan terjadinya kebaikan di dunia dan akhirat serta terjadinya kejelekan di dunia dan akhirat dengan segala amal perbuatan. Sebagaimana dikaitkanya pembalasan seelah adanya syarat, di beri alasan setelah dan akibat setelah sebab. Masalah ini di dalam al qur’an disebutkan lebih dari seribu tempat.
                Suatu ketika allah meletakkan hukum ala mini dan segala sesuatu yang berhubungan dengan syariat agama setelah adanya sifat yang sesuai dengannya, sebagaimana firman allah swt:
“ maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang di larang mereka mengerjakanya. Kami katakana kepada mereka, jadilah kamu kera yang hina.”(QS. Al A’raf: 166)
“maka tatkala mereka membuat kami murka, kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya(di dalam laut).” (QS. Az Zukhruf: 55)
“laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al Maidah: 38)
“sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatanya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’,  laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatanya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) allah, allah telah menyediakan untu mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)
Dua ayat-ayat yang seperti ini masih banyak lagi.
Suatu ketika allah menghubungkanya dengan menggunakan susunan syarat dan balasanya, sebagai mana disebutkan dalam firmanya:
“ jika kamu bertakwa kepada allah, niscaya dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu.” (QS. Al anfal: 29)
“jika mereka bertobat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat maka (mereka itu) adalah saudara-saudara seagama.” (QS. At Taubah: 11)
“dan bahwasanya: jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (QS. Al jin: 16)
Suatu ketika pula allah menggunakan lam ta’lil (lam yang berfungsi untuk memberikan alas an,-penerj.) sebagaimana disebutkan dalam firman-nya:
“supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapatkan pelajaran dari orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shad: 29)
“…agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS. Al Baqarah: 143)
Terkadang menggunakan partikel ‘kay’ yang mempunyai arti memberikan argumentasi, sebagai mana firman allah swt. :
“… supaya harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang yang kaya saja di antara kamu. (QS. Al hasyr: 7)
Terkadang juga menggunakan ba’ sababiyah (untuk menerangkan akibat dari suatu perbuatan,-penerj.), sebagai mana tercantum dalam firmanya:
“…(azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri.” (QS.Ali Imran: 182)
“…(dia akan menerangkan kepadamu) apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al  Maidah: 105)
“…(maka rasakanlah siksaan) karena perbuatan yang telah kamu lakukan.” (QS. Al A’raf: 39)
“… yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat allah.” (QS. Ali Imran: 112)
 Terkadang pula menggunakan maf’ul li-ajlih (menjelaskan tentang sesuatu yang dilakukan demi kepentingan tertentu,-penerj.) baik dijelaskan secara lafal atau dibuang, sebagaimana tercantum dalam firman-nya:
“…(jika tak ada dua orang laki-laki), maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya.” (QS. AL Baqarah: 282)
“…(kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat nanti kamu tidak mengatakan,’sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap masalah ini (ke-esaan allah).” (QS. Al A’raf: 172)
“…(kami turunkan al qur’an itu)  agar kamu (tidak) mengatakan,’bahwavkitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami.” (QS. Al An’am: 156)
Terkadang menggunakan fa’ sababiyah, sebagaimana disebutkan dalam firman-nya:
“lalu mereka mendustakanya dan menyembelih unta itu. Maka, tuhan membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu allah menyamaratakan mereka(dengan tanah).” (QS. Asy Syams: 14)
“maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul tuhan mereka, lalu allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.” (QS. Al Haqqah: 10)
“maka(tetaplah) mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.” (QS. Al Mukminun: 48)
Terkadang menggunakan partikel ‘lamma’ yang menunjukkan adanya pembalasan, sebagaimana tersebut dalam firman-nya:
“maka tatkala membuat kami murka, kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut).” (QS. Az Zukhruf: 55)
Terkadang menggunakan ‘inna dan yang sepandan’, sebagaimana tersebut dalam firman-nya:
“… seungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik.” (QS. Al Anbiya: 90)
Dan firman mengenai golongan kebalikan mereka:
“… seungguhnya bmereka adalah kaum yang jahat, maka kami tengelamkan mereka semuanya.” (QS. Al Anbiya: 77)
Menggunakan partikel ‘Laula’ yang menunjukkan hubungan kata, sebelumnya dengan yang sesudahnya, sebagai mana tersebut dalam firman-nya:
“maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”(QS. Ash Shaffat: 143-144)
Terkadang menggunakan ‘lau’ yang menunjukkan syarat, sebagaimana fiman-nya:
“… dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tetulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (imam mereka).” (QS. An Nisa: 66)
Kesimpulanya, al qur’an mulai dari awal sampai akhir dengan jalan menerangkan tentang hubungan balasan kebaikan dan kejahatan hukum-hukum alam dan perintah agama sesuai dengan sebab akibat, bahkan hubungan hukum-hukum duniawi dan ukhrawi, kebaikan dan kejelekanya tergantung kepada sebab akibat dan amal-amal yang dilakukanya.
Orang yang mau memikirkan masalah ini dengan pemikiran yang jernih niscaya ia dapat mengambil manfaat secara maksimal dan tidak akan menggantungkan diri kepada takdir yang belum diketahui. Lemah, gegabah, dan lalai. Sehingga sifat tawakalnya itu suatu kelemahan dan kelemahanya adalah tawakalnya. ( antara tawakal dan kelemahanya tidak dapat dibeda-bedakan,-penerj.)
Orang faqih benar-benar paham pada agama adalah orang yang dapat menolak atau menghalangi takdir allah dengan menggunakan takdir itu sendiri. Bahkan tidak mungkin manusia dapat hidup tanpa mempunyai sikap yang demikian. Ketahuilah, bahwasanya lapar, dahaga, dingin, dan segala macam rasa khawatir dan takut berasal dari takdir. Sedangkan manusia kebanyakan lupa menghalau takdir allah dengan menggunakan takdir itu sendiri.
Demikianlah orang yang telah mendapatkan petunjuk dan ilham kebenaran dari allah. Ia akan berusaha menolak takdir siksa di akhirat dengan menggunakan takdir bertobat, iman dan amal-amal shaleh. Demikianlah keseimbangan takdir yang terjadi di dunia dan kebalikanya adalah sama. Tuhan yang menguasai kedua ala mini (dunia dan akhirat) adalah satu dan kebijaksanaanya pun juga hanya satu. Satu sama lain tidak saling bertentangan dan tidak saling membatalkan.
Masalah ini penting untuk diketahui bagi orang yang ingin memahami kedudukan takdir dalam kehidupan. Hanya kepada allah-lah kita memohon pertolongan.
Tetapi, di sini masi ada dua masalah yang dapat menuntukan kebahagiaan dan keberuntungan seseorang.
Di antaranya, ia harus mengetahui rincian masing-masing sebab terjadinya kejelekan dan kebaikan. Ia harus peka dan waspada terhadap sebab-sebab tersebut sesuai dengan kejadian yang ia liat di dunia ini. Atau yang terjadi atas dirinya dan orang lain, termasuk apa yang pernah ia dengar tentang cerita orang-orang dulu dan orang-orang sekarang.
Read More

Senin, 13 Agustus 2012

UMAR RA. MOHON KEMENANGAN DENGAN BERDOA

0

                Para sahabat Nabi Saw. Adalah orang yang paling mengenal allah dan rasul-nya. Orang yang paling pandai di bidang ilmu agama. Mereka adalah orang-orang yang paling teguh melakukan sebab, syarat, dan tata krama berdoa dibanding yang lain.
                Sahabat Umar bin khattab ra. Dalam mengalahkan musuhnya, beliau senantiasa memohon pertolongan kepada allah. Doa, menurut pendapatnya merupakan tentara yang paling penting. Beliau pernah berkata kepada teman-temanya,”kalian mendapatkan kemenangan bukan karena jumlah kalian yang banyak, tapi kalian mendapatkan kemenangan karena ada pertolongan yang datang dari langit.” Beliau juga pernah mengatakan,” aku tidak akan merasa susah karena doaku tidak terkabulkan, akan tetapi aku susah karena doa itu sendiri. Apabila kalian telah mendapatkan ilham untuk berdoa, maka terkabulnya doa itu adalah bersama dengan doa itu sendiri. Beliau kemudian mensistir sebuah syair:
“jika anda tidak menginginkan tercapainya apa yang aku harapkan dan yang aqu mohonkan dari kedua telapak tanganku, tentu anda tidak akan menyuruh aku membiasakan meminta.”
                Barang siapa yang telah mendapatkan ilham untuk berdoa, maka berarti doanya akan dikabulkan. Allah swt. Berfirman:
“berdoalah kepada-ku, niscaya akan ku-perkenankan bagimu.”  (QS.Ghafir:  60)
“dan apabila hamba-hamba-ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabarkan permohonan orang yang mendoakan apabila ia berdoa kepada-ku.”(QS. Al Baqarah: 186)
                Dalam kitab sunan ibnu majah ada ebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, rasulullah saw. Bersabda:
“siapa saja yang tidak mau memohon kepada allah, niscaya allah akan murka kepadanya.”
                Ini menunjukan bahwa ridha allah swt. Tergantung kepada permohonan dan ketaatan seseorang. Apabila tuhan yang maha memberkahi dan maha tinggi telah ridha atas diri seseorang, maka setiap kebaikan yang dilakukan berada dalam ridhanya. Begitu juga kemaksiatan yang ia lakukan berada dalam kemurkaan-nya.
                Imam ahmad dalam kitab az-zuhud menyebutkan sebuah atsar yang artinya,”aku adalah allah, tiada tuhan selain aku. Apa bila aku telah rela atas sesuatu maka aku akan memberikan berkah, dan berkah-ku tidak akan habisnya jika aku murka atas suatu perkara nicaya aku akan melaknatinya. Sedangkan laknat-ku akan berlangsung sampai tujuh ampunan.”
                Dalil-dalil yang bersumber dari al-qur’an, hadis, akal dan penyelidikan bangsa-bangsa yang berlainan suku bangsa, agama, dan rasnya, telah menunjukan bahwa mendekatkan diri kepada zat penguasa alam semesta, mengharap ridha-nya, berbuat baik kepada sesama makhluk allah, adalah sebab yang paling utama guna mendatangkan setiap kebaikan. Sebaliknya kemaksiatan adalah sebab yang paling besar dalam mendatangkan setiap kejelekan. Dengan demikian, maka tidak mungkin dapat mendapatkan nikmat allah serta dapat menolak siksa-nya kecuali hanya dengan cara berlaku taat dan mendekatkan diri pada-nya disamping berbuat baik kepada sesama makhluk-nya
Read More

DOA ADALAH SEBAB YANG PALING KUAT

0
              Dengan demikian, maka doa merupakan sebab yang paling kuat. Apabila dengan berdoa ia memperoleh apa yang diminta, maka tidak boleh dikatakan bahwa doa itu tidak berguna sama sekali. Sebagaimana tidak boleh dikatakan makan, minum, semua usaha dan amal perbuatan itu tidak ada gunanya sama sekali. Tidak ada sedikitpun sebab lebih bermanfaat dan lebih dapat menghasilkan sesuatu yang diharapkan disbanding dengan doa.
Read More

DOA DAN QADAR

0
                Dalam masalah ini terdapat pernyataan yang sangat terkenal, yaitu:
                Bahwa sesuatu yang diminta bila telah ditakdirkan oleh allah, maka hal tersebut mesti terjadi baik hamba tersebut berdoa maupun tidak. Apabila yang diminta itu tidak ditakdirkan oleh allah, maka hal tersebut tidak munggkin terjadi, baik hamba itu memintanya atau tidak.
                Ada sekelompok orang yang membenarkan pernyataan ini, sehingga mereka tidak perlu berdoa. Meraka mengataka, doanya tidak berguna sama sekali. Di antara kelompok ini sendiri juga timbul bertentangan. Kekerasan pendapatnya itu mengakibatkan tidak dipenuhinya semua sebab, sehingga ada yang mengatakan kepada mereka:
                Jika kenyang dan rasa segar itu keduanya telah ditakdirkan atas kamu, maka keduanya mesti terjadi, baik kamu makan atau tidak. Apabila kedua-duanya tidak di takdirkan, maka hal itu tidak mungkin terjadi baik kamu makan atau kamu tidak makan.
                Apabila kamu telah ditakdirkan mempunyai seorang anak, maka hal itu mesti terjadi, baik kamu melakukan persetubuhan dengan istri maupun tidak. Bila kamu tidak ditakdirkan mempunyai anak, maka hal itu tidak akan terjadi. Sehingga kamu tidak perlu beristri atau memelihara gundik. Begitu seterusnya.
                Maka, pantaskah manusia yang berakal ini berpendapat demikian? Sedang hewan saja tetap terikat hukum sebab musabab guna melangsungkan kehidupanya. Maka, orang yang berpendapat demikian sama dengan bintang ternak, bahkan lebih sesat lagi.
                Satu sama lain antara mereka saling menampakan kepandaiannya. Ada yang mengatakan, “menyibukkan diri dalam berdoa adalah termsuk kategori ibadah murni yang mana allah akan memberikan pahala kepada orang yang berdoa. Dengan cara apapun doa tersebut tidak akan membuahkan hasil sesuai dengan yang diminta. Di sini, menurut pendapat orang yang berlagak pandai ini tidak ada perbedaan antara berdoa dan tidak berdoa dengan sepenuh hati dan mulut dalam hal menghasilkan sesuatu yang diminta. Menurut mereka hubungan doa dengan keberhasilan sesuatu yang diminta adalah sama dengan hubungan diam tak berdoa tidak ada bedanya sama sekali.
                Kelompok lain yang lebih pandai dari mereka berpendapat: bahwa doa merupakan suatu tanda yang ditancapkan oleh allah swt. Sebagai bukti atas terpenuhinya suatu kebutuhan. Apabila allah berkenan mengabulkan doa seorang hamba, maka ini berarti suatu tanda dan bukti bahwa kebutuhanny telah terpenuhi. Hal ini sama halnya bila kamu melihat adanya awan hitam yang dingin di musim hujan. Itu sebagai tanda akan turun hujan.
                Mereka mengatakan, itu akibat dari ketaatan yang akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, kekufuran dan kemaksiatan akan mendapatkan siksa. Ini sebagai bukti adanya pahala siksaan, bukan suatu sebab terjadinya pahala dan siksaan tadi.
                Demikian juga menurut mereka masalah pecah dan pemecahan, terbakar dan pembakaran, terlepasnya nyawa dan pembunuhan. Hal tersebut bukan merupakan suatu sebab yang pasti. Juga tidak ada hubungan sebab musabab antara keduanya, kecuali hnya kebetulan belaka. Bukan hubungan sebab akibat.
                Dengan demikian berarti mereka telah menentang perasaan, pikiran, syri’at agama, dan fitrahnya sendiri. Mereka ditertawakan oaring-orang yang berakal.
                Yang benar adalah kelompok yang ketiga yang tidak disebutkan oleh si penanya, yakni sesuatu yang telah ditakdirkan allah itu bisa terjadi sesuai dengan kadar penyebabnya, di antara penyebabnya adalah doa. Sesuatu perkara tidak akan terjadi tanpa ada penyebabnya. Tetapi hal itu terjadi sesuai dengan kadar sebab yang dilakukan.
                Apabila seorang hamba melakukan suatu sebab, maka akan terjadi sesuatu yang ditakdirkan. Tetapi bila ia tidak melakukan penyebabnya, maka tidak akan terjadi sesuatu yang di takdirkan. Misalnya, takdir kenyang dan segar setelah makan dan minum. Takdir punya anak setelah adanya persetubuhan. Takdir memperoleh hasil pertanian sebab menebarkan benih. Takdir keluarnya nyawa seekor hewan karena disembelih. Demikian pula takdir masuk surge karena amal-amalnya pula.
                Pendapat inilah yang benar. Namun pendapat ini ditolak si penanya, sebab tidak sependapat dengannya.
Read More

SYARAT-SYARAT TERKABULNYA DOA

0
                Doa-doa dan ta’awudz kedudukannya sama dengan kedudukan senjata. Senjata dapat membahayakan orang lain bukan hanya karena ketajamanya saja.
                Jika senjata tersebut benar-benar sempurna, tidak terdapat cacat sedikit pun, sedang tangan yang menggunakannya adalah tangan orang yang kekar, dan disana tidak terdapat sesuatu yang menghalanginya, maka senjata tersebut dapat melukai musuh. Apa bila salah satu ketentuan tersebut tidak terpenuhi maka hasilnya akan berbeda.
                Apabila doa yang dibacanya itu tidak benar, atau ketika berdoa orang tersebut tidak sepenuh hati, atau disana terdapat sesuatu yang dapat menghalangi terkabulnya doa, maka doa tersebut tidak akan menghasilkan sesuatu. 
Read More

TEMPAT-TEMPAT BERDOA

0
                 Seringkali kita dapatkan doa-doa yang di baca oleh sekelompok kaum, lalu doa tersebut dikabulkan. Ternyata doa tersebut disertai dengan kondisi kebutuhan yang sangat/ bagi oaring yang berdoa, sehingga jiwa raganya benar-benar dihadapkan kehadirat allah, atau kerena telah didahului dengan kebaikan sehingga allah berkenan mengabulkan doanya, sebagai tanda terima kasih atas kebaikanya atau karena doa
tersebut di lakukan pada saat yang mustajab dan lain sebagainya, sehingga ada orang mengira bahwa rahasia terkabulnya doa tersebut terletak pada hakikat doa itu sendiri, sehingga ia menggunakan doa itu tanpa memikirkan hal-hal yang harus dilakukan oleh orang yang sedang berdoa.hal ini sama dengan orang yang menggunakan obat mujarab yang harus digunakan pada saat tertentu dengan cara tertentu pula,sehingga oat tersebut benar-benar kelihatan manjurnya. Orang lain mengira bahwa penggunaan obat tersebut cukup diminum begitu saja.orang yang bersangka dimikian ini salah, dan ini sering dilakukan oleh kebanyakan orang.
                Dari penjelasan diatas, terkadang ada orang yang doanya dikabulkan ketika ia berdoa di dekat kuburan lantaran keterdekatannya, sehingga orang yang tidak tahu mengira bahwa rahasia terkabulnya doa itu terletak dikuburan tersebut,sedang ia tidak tahu bahwa rahasianya terletak pada keterdesakannya dan kesungguhannya menghadap kepada allah. Jika doa itu dilakukan di rumah-rumah allah (masjid) maka yang demikian itu lebih baik dan lebih disukai allah.  
Read More

DOA YANG BIASA DIBACA NABI SAW

0
                 Diantara doa-doa yang biasa dibaca nabi saw. Adalah sebagaimana yang disebutkan dalam kitab as sunah dan dalam kitab sahih ibnu hibban yang bersumber dari hadis Abdullah bin buraidah yang diriwayatkan oleh ayahnya sendiri, bahwa rasulullah saw. Pernah bersabda:

“ya allah,sesungguhnya aku memohon kepada mu , sesungguhnya aku bersaksi bahwasannya engkau adalah allah, tiada tuhan selain engkau, yang maha esa tempat bergantung segala sesuatu yang tidak beranak dan tidak diperanakan dan tidak ada seorangpun yang menyamainya .”   
                Rasulullah saw. Kemudian bersabda,” sungguh dia telah memohon kepada allah dengan menggunakan sebuah nama yang mana jika nama itu dipergunakan untuk meminta pasti akan diberikan dan apa bila nama tersebut di pergunakan untuk berdoa pasti akan dikabulkan.”
                Teks yang lain menyebutkan:
“sungguh aku telah memohon kepada allah dengan menyebut namanya yang paling agung.”
                Dalam kitab as sunan dan kitab sahih ibnu hibban juga di sebutkan sebuah hadis yang berasal dari anas bin malik :bahwasanya suatu saat ia pernah duduk bersama rasulullah saw. Dan disana ada seorang laki-laki yang sedang salat, kemudian berdoa:
“ya allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu bahwasanya hanya bagimulah segala puji, tiada tuhan melainkan engkau, yang maha pemberi, pencipta langit dan bumi. Wahai zat yang memiliki ke agungan dan kemuliaan, wahai tuhan yang maha hidup, wahai zat yang maha kekal.” Nabi saw. Melanjutkan sabdanya,” sesungguhnya ia telah memohon kepada allah dengan menyebut nama-namanya yang maha agung yang mana nama itu di pergunakan untuk berdoa pasti akan dikabulkan dan jika dipergunakan untuk meminta maka akan diberi.”
                Kedua hadis tersebut dikeluarkan oleh imam ahmad dalam kitab musnadnya.
                Dalam kitab jami’ at tirmidzi, disebutkan sebuah hadis yang berasal dari asma’ binti yazid, bahwasanya nabi saw. Bersabda:
“nama allah yang maha agung ini terdapat pada dua buah ayat berikut ini.’ Dan tuhan mu adalah tuhan yang maha esa, tiada tuhan melainkan dia, yang maha pemurah dan maha penya-yang.”(QS. AL BAQARAH:163)
Juga terdapat pada permulaan surat ali imran:
“ alif laam miiem, tiada tuhan melainkan dia, yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.”
                At tirmidzi mengatakan, “ ini adalah hadis sahih.
                Disebutkan dalam kitab musnad imam ahmad dan kitab sahih al-hakim sebuah hadis yang bersumber dari abi hurairah dan anas bin malik serta rabi’ah bin amir, nabi Muhammad saw. bersabda:
“ perbanyaklah berdoa dengan kalimat ya dzal jalaali wal ikraam (ya allah yang memiliki kebesaran dan kemuliaan) maksudnya, pakailah kalimat tersebut dalam berdoa.”
Dalam kitab jami’ at-tirmidzi disebutkan sebuah hadis yang berasal dari abu hurairah ra:
 “bahwa rasulullah saw. Mempunyai suatu kepentingan, maka beliau mengangkat kepalanya kea rah langit, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau berkata,’ wahai zat yang hidup kekal dan senantiasa berdiri sendiri.”
                Dalam kitab yang sama disebutkan sebuah hadis yang bersumber dari anas bin malik, ia mengatakan, bawa rasulullah saw. Bila mempunyai urusan yang amat penting, beliau berdoa:
“ wahai zat yang hidup kekal dan yang berdiri sendiri, dengan rahmat-mu aku memohon pertolongan.”
                Dalam kitab sahih al-hakim ada sebuah hadisyang bersumber dari umamah, nabi saw. Bersabda:
“ nama allah yang maha agung itu terdapat pada tiga buah surat dalam al-qur’an , yaitu: surat al-baqarah, ali imran,dan thaha. Al qasim berkata, ‘ aku kemudian mencarinya, dan ternyata di sana terdapat ayat al hayyu al qayyum(zat yang hidup kekal dan senantiasa bediri sendiri).”
                Dalam kitab jami’ at timidzi dan kitab sahih al hakim di sebutkan sebuah hadis yang berasal dari sa’ad bin abi waqqash, nabi Muhammad saw. Bersabda:
“doa dzinnun yang diucapkan ketika berada dalam perut ikan adalah: tidak ada tuhan melainkan engkau. Maha suci engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”(QS AL Anbiya’:87)
                Ketahuilah, bahwa tidak ada seorang muslim yang berdoa menggunakan ayat tersebut kecuali allah telah mengabulkanya.
                At-tirmidzi mengatakan: hadis ini sahih. Dalam kitab mustadrak al-hakim ada sebuah hadis yang bersumber dari sa’ad nabi saw. Bersabda:
“bukankah kamu tidak ingin aku beritahu tentang sesuatu perkara jika seseorang di antara kalian ada yang mempunyai urusan penting kemudian ia berdoa dengan perkara tersebut niscaya allah akan menghilangkannya? Yaitu doa dzinnun.”
                Di dalam kitab sahih al hakim ada sebuah hadis yang bersumber dari sa’ad , bahwasanya ia pernah mendengar nabi saw. Bersabda:
“apakah kalian  ingin aku tunjukan nama allah yang agung? Yaitu doa nabi yunus. Ada seorang laki-laki yang bertanya, wahai rasulullah, ‘apakah nabi yunus itu mempunyai suatu keistimewaan?’ nabi menjawab,”tidaklah kamu dengarkan firman allah, maka kami telah memperkenalkan doanya dan menyelamatkan dari kedukaan. Dan demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman’.”(QS AL Anbiya’:88)
                Setiap orang muslim ketika di timpa sakit mau berdoa dengan ayat tersebut sebanyak 40 kali kemudian ia mati karena sakit tersebut, maka ia akan mendapatkan pahala sama dengan pahalanya sama orang yang mati syahid, dan jika ia sembuh, maka ia akan diampuni dari segala dosanya.
                Dalam kitab sahihul bukhari dan sahihul muslim ada sebuah hadis yang bersumber dari ibnu abbas, bahwasanya rasulullah saw. Ketika ditimpa kesusahan beliau berdoa:
“tiada tuhan melainkan allah yang maha besar lagi maha pemurah. Tiada tuhan selain allah yang menguasi arsy yang amat besar. Tiada tuhan melainkan allah yang menguasai langit dan bumi juga yang menguasai arsy yang mulia.”
Dalam kitab musnad imam ahmad terdapat sebuah hadis yang berasal dari ali bin abi thalib ra., ia berkata:
“ rasulullah saw. Pernah mengajarkan kepada saya, apabila aku mendapatkan suatu kesusahan hendaknya aku berdoa: tiada tuhan selain allah yang maha pemurah dan maha mulia. Maha suci dan maha berkah, allah yang menguasai arsy yang amat besar. Dan segala puji bagi allah yang menguasai alam semesta.”
                Dalam kitab musnad imam ahmad juga terdapat sebuah hadis yang bersumber dari Abdullah bin mas’ud, rasulullah saw. Bersabda:
“tiadalah seorang yang tertimpa kesusahan atau kepedihan kemudian ia mau berdo,’ ya allah, sesungguhnya aku adalah hamba-mu, anak hamba-mu, anak hamba perempuanmu.ubun-ubunku ada pada kekuasaanmu. Keputusanmu adalah adil dan itu merupakan takdirmu.aku memohon kepadamu ya allah dengan segala nama yang engkau miliki, yang dengannya kamu namakan dirimu atau yang telah engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhlukmu, atau yang telah engkau turunkan di dalam kitabmu , atau yang engkau rahasiakan dengan ilmu ghaibmu, agar engkau jadikan al-qur’an yang mulia sebagai pemenuh hatiku, cahaya dadaku, pengusir kepedihanku dan penghapus kesusahanku,’melainkan allah swt. Akan menghilangkan kepedihan dan kesusahannya dan allah akan menggantikannya dengan kegembiraan. Kemudian ada orang yang bertanya,’ wahai rasulullah hendaknya kita mempelajarinya .’ beliau menjawab,’ ya, sebaiknya bagi yang telah mendengarkan agar mempelajarinya’.”
Ibnu mas’ud berkata,” tidaklah ada seorang nabi pun yang tertimpa suatu kesulitan melainkan ia memohon pertolongan kepada allah dengan membaca tasbih.”
                Ibnu abi dunya, dalam kitab al mujanin dan kitab ad doa dari al hasan, ia berkata,”dulu, ada seorang sahabat nabi dari kaum anshar yang dijuluki dengan julukan abu muallaq, ia adalah seorang saudagar yang berdagang dengan harta miliknya sendiri dan juga milik orang lain.”ia telah menjelajah ke seluruh penjuru jazirah arab. Selain pedagang ia adalah seorang ahli ibadah dan bersifat wara’. Suatu ketika ia keluar untuk berdagang, kemudian bertemu kepada seorang perampok yang bersenjata pedang. Perampok itu berkata kepadanya, “serahkan harta semua yang kamu bawa, aku akan membunuhmu.” Saudagar itu menjawab, “ bila kamu hanya menginginkan darahku, maka ambillah harta itu .” perampok itu menjawab, “ harta benda itu sudah tentu menjadi milikku, sedangkan aku tidak menginkan yang lain kecuali darahmu. Saudagar itu berkata.,” jika kamu tidak menginginkannya, maka biarlah aku mengerjakan salat empat rakaat dulu. Perampok itu menjawab,” salatlah semaumu.” Saudagar tersebut kemudian mengambil air wudhu lalu melakukan salat empat rakaat. Diantara doa yang dibaca pada waktu sujud terakhir ialah :
“wahai zat yang maha pengasih, wahai zat yang maha pengasih, wahai zat yang maha menguasai arsy yang amat mulia, wahai zat yang maha melaksanakan segala sesuatu yang engakau kehendaki, aku mohon kepadamu dengan kemulianmu yang tidak diragukan, dan dengan kerajaanmu yang tidak tertandingi, dan dengan cahayamu yang memenuhi pejuru arsy-mu agar engkau hindarkan aku dari kejahatan perampok ini, wahai zat yang maha menolong, tolonglah aku.”(3 kali)
                Tiba-tiba datang seorang penunggang kuda yang ditanganya tergam sebuah tombak pendek yang diletakan diantara kedua buh daun telinga kudanya. Ketika perampok tersebut melihat kedatanganya, ia lalu menghampirinya. Lelaki penunggang kuda itu lalu mencederainya dan kemudian membunuhnya. penunggang kuda itu lalu datang menghampiri saudagar sambil berkata.”berdirilah.” saudagar itu lalu bertanya,” siapakah tuan, ayahku dan ibuku sebagai tebusanmu. Sungguh, lantaran tuan, hari ini allah telah memberikan pertolongan kepadaku. Penunggang kuda itu menjawa,” aku adalah seorang malaikat dari penduduk langit keempat. Engkau telah berdoa, dengan doamu yang pertama terdengar gemerincing di pintu-pintu langit, kemudian engkau berdoa lagi dengan doamu yang kedua sehingga penduduk langit mendengar suara gaduh, engkau kemudian berdoa lagi dengan doa mu yang ketiga lalu dikatakan kepadaku, “ini adalah doa seorang yang sedang ditimpa kesusahan.” Kemudian aku memohon kepada allah agar aku diberi wewenang untuk pembunuhnya.
                Al-hasan berkata,” barangsiapa yang berwudhu kemudian melakukan salat empat rakaat dan kemudian berdoa sebagai mana doa ini, maka doanya akan dikabulkan baik ia sedang mengalami kesusahan atau tidak.”
Read More

WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA

0
                Jika itu disertai kesungguhan hati dalam mengharap apa yang diminta, dan doa tersebut di ucapkan pada salah satu waktu dari 6 waktu berikut ini, maka doa tersebut akan di kabulkan. Enam waktu tersebut ialah: sepertiga terakhir dari setiap malam, ketika selesai azan di kumandangkan, antara azan dan iqomah, ketika selesai melakukan shalat fardhu, ketika imam sudah naik bimbar pada hari jum’at hari itu juga, dan waktu akhir setelah shalat ashar.
                Disamping itu, doa harus dilakukan dengan hati yang khusyu, bersimpuh di hadapan allah, merendahkan diri dan mengharap belas kasih-nya, menghadap kiblat, dalam keadaan suci, mengangkat kedua tangan kepada allah, dimulai dengan mengucap pujian-pujian, membaca salawat kepada nabi Muhammad saw. Mengakui segala dosanya sambil minta ampun dan membaca istigfar, baru kemudian mohon kepada allah dengan menyatakan apa-apa yang di minta disertai dengan penuh rasa kecintaan dan penuh rasa kekhawatiran, dan di barengi bertawassul dengan asmaul husna.
                Selain itu, hendaknya sebelum berdoa didahului dengan pemberian sedekah.
                Apabila doa itu sudah memenuhi syarat- syarat tersebut di atas, maka selamanya doa itu tidak akan di tolak, lebih-lebih jika doa yang di baca itu doa-doa yang di riwayatkan dari nabi Muhammad saw. Doa-doa yang di riwayatkan dari nabi Muhammad saw. Doa-doa yang di ajarkan nabi itu kemungkinan besar dikabulkan
Read More

HAL-HAL YANG MENGHALANGI TERKABULNYA DOA

0
                Salah satu hal yang dapat menghambat terkabulnya doa, adalah orang yang minta segera dikabulkan doanya dan ia menganggap doanya lama tidak dikabulkan, sehingga ia berkeluh kesah dan akhirnya tidak mau berdoa. Seperti orang yang menaburkan sebutir biji atau menanam sebatang pohon, ia selalu merawat dan menyiraminya. Setelah dirasa pertumbuhannya lambat dan tidak cepat berkembang, ia meninggalkan dan membiarkanya.

                Dalam kitab sahih bukhari di sebutkan sebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, rasulullah saw. Bersabda :
“salah seorang dari kamu akan dikabulkan doanya selama ia tidak tergesa-gesa, yakni dalam mengatakan dalam doanya,’aku telah berdoa, tetapi doaku tidak pernah dikabulkan’.”
                Dalam kitab sahih muslim ada sebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, bahwa rasulullah saw. bersabda:
“ allah akan selalu berkenan mengabulkan doa seorang hamba selama tidak mengandung dosa atau memutuskan hubungan keluarga dan selama tidak meminta cepat-cepat dikabulkan. Ada seorang yang mengajukan pertanyaan,’wahai rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’ beliau menjawab,’ ia mengataan, aku telah berdoa dan etrus berdoa, tetapi aku tidak pernah melihat doa ku dikabulkan, akhirnya ia berkeluh kesah dan tidak mau berdoa’.”
                Dalam kitab musnad imam ahmad di sebutkan sebuah hadis dari sahabt anas, bahwa rasulullah saw. Bersabda :
“seorang hamba akan selalu berada dalam kebaikan selama ia tidak tergesa-gesa. Para sahabat bertanya,’wahai rasulullah, bagai mana caranya tergesa-gesa ? nabi menjawab, ia mengatakan ,’tuhanku, aku telah berdoa, tapi mengapa doaku tidak dikabulkan’.
Read More

DOA SECARA KONTINYU

0
                Salah satu obat yang paling manjur adalah doa secara kontinyu. Dalam kitab as sunan ibnu majah meriwayatkan sebuah hadis dari abi hurairah:

“ barangsiapa yang tidak mau memohon kepada allah, maka allah akan murka kepadanya.”

                 Dalam kitab sahih al hakim juga di sebutkan sebuah hadis dari anas nabi Muhammad saw. Bersabda:
“ jangan sekali-kali kalian lemah dalam berdoa, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang celaka karena berdoa.”
Al auza’I meriwayatkan sebuah hadis yang berasal dari az zuhri, dari urwah dari aisyah ra. Rasulullah saw. Pernah bersabda:
“sesungguhnya allah suka pada orang yang terus-menerus berdoa.”
                Dalam kitab az zuhud karangan imam ahmad disebutkan sebuah hadis yang berasal dari qatadah, munawarraq berkata, aku tidak pernah menemukan suatu perumpamaan bagi seorang mukmin melainkan ia melainkan ia bagaikan seorang yang terapung dalam lautan dengan menumpang pada sebatang kayu sambil berdoa,” wahai tuhanku, wahai tuhanku! Dengan suatu harapan agar ia diberikan keselamatan oleh allah swt.”
Read More

DOA YANG DIHUBUNGKAN DENGAN MUSIBAH MEMPUNYAI BEBERAPA TINGKATAN

0
  doa bila dihubungkan dengan musibah mempunyai 3(tiga) tingkatan:

 * pertama, doa lebih kuat dibandingkan musibah sehingga ia menolak musibah.
 * kedua, doa lebih lemah dari musibah, sehingga doa terkalahkan yang akhirnya seseorang akan terkena musibah, akan tetapi doa tersebut terkadang dapat meringankan bala' tersebut walaupun sedikit.
 * ketiga, antara doa dan musibah sama kuatnya sehingga satu sama lain saling berusaha untuk mengalahkanya.

  al-hakim dalam kitab sahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari aisyah ra. bahwa rasulullah saw. bersabda :
" sikap hati-hati itu tidak dapat berpengaruh sedikitpun terhadap takdir allah, sedangkan doa itu bermanfaat untuk menolak sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi. dan sesungguhnya bala' itu pasti akan turun kemudian dihadang oleh doa lalu keduanya saling berbenturan sampai hari kiamat."
  dalam kitab yang sama ibnu umar meriwayatkan, bahwa nabi bersabda:
" doa itu bermanfaat untuk menolak sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi. maka, hendaklah kalian selalu tetap berdoa wahai hamba-hamba allah."
  masih dalam kitab yang sama, dari riwayat tsaubah, nabi bersabda:
"tidak ada yang mampu menolak takdir allah kecuali hanya doa, dan tidak ada yang dapat menambah amal seseorang kecuali kebaikan. dan sesungguhnya seseorang akan terhalang rezekinya akibat doa yang pernah di lakukannya."
Read More

DOA ADALAH OBAT YANG PALING MUJARAB

0
  doa adalah obat yang paling mujarab. ia musuh segala bencana. dapat menolak bahkan dapat pula menghilangkannya. minimal meringankan bala' yang datang. doa adalah senjata orang mukmin.

  sebagai mana di riwayatkan oleh al hakim dalam kitab sahihnya yang berasal dari ali bin abi thalib ra. rasulullah saw. bersabda:
"doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit serta bumi."
Read More

DOA ORANG YANG LUPA

0

                Ketahuilah, bahwa sesungguhnya allah tidak akan menerima doa yang di ucapkan orang yang lupa kepada allah dan seenaknya sendiri. Doa adalah obat mujarab yang dapat menyembuhkan suatu penyakit, tetapi hati yang lupa kepada allah akan mempengaruhi kemanjuran doa tersebut. Demikian pula makan-makanan yang haram dapat mempengaruhi kemanjuran doa sekaligus melemahkan kekuatannya.
                Seperti disebutkan dalam kitab sahih muslim dari hadis abu hurairah, rasulullah saw. Bersabda:
“ wahai semua manusia! Ketahuilah, bahwa allah itu baik. Ia tidak menerima sesuatu kecuali hanya yang baik saja, dan sesungguhnya allah telah memerintahkan kepada semua mukmin apa saja yang telah di perintahkan kepada para rasul.”
Allah berfirman:
“ hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya aku maha mengetahui apa saja yang kamu lakukan.”(QS>Al Mukminun:51)
“ hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu.”(QS. Al Baqarah:172)
Rasulullah saw. Menceritakan kisah seorang yang selalu melakukan perjalanan sehingga rambutnya kusut dan berdebu, ia selalu menengadahkan kedua tangannya kelangit sambil berdoa,”wahai tuhan ku,wahai tuhanku,” akan tetapi ia selalu makan makanan haram, pakaiannya dari barang haram dan selalu makan pagi dengan barang haram. Bagaimana mungkin doanya akan di kabulkan.
Abdullah bin al-imam ahmad, dalam kitab az-zuhud karangan ayahnya sendiri, menyebutkan,”pada suatu saat kaum bani israil tertimpa bala’ kemudian mereka keluar dari kampunya menuju suatu tempat. Allah memberikan wahyu kepada nabinya agar ia memberitahukan kepada mereka,’kalian telah keluar menuju suatu bukit dengan badan yang penuh najis, kalian telah berdoa kepada ku dengan tangan-tangan yang berlumuran darah dan kalian telah memenuhi isi rumahmu dari barang-barang haram. Sekarang saatnya tiba kemurkaan ku yang dahsyat kepada kalian, kalian bukanya bertambah dekat dengan ku melainkan semakin bertambah jauh.”
Abu dzarr berkata,” doa memerlukan kebersihan lahir dan batin sebagaimana halnya makanan membutuhkan garam.”
Read More

DOA DAPAT MENOLAK HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN

0

              Demikian pula halnya doa, di samping merupakan suatu alat yang paling kuat untuk menolak seseuatu yang tidak di inginkan, juga dapat mendatangkan sesuatu yang diminta. Tetapi pengaruh doa tersebut akan berbeda-beda menurut kadar iman seseorang. Kalau ada doa yang tidak di kabulkan oleh allah, hal itu di sebabkan karena di dalam hati orang tersebut terdapat rasa permusuhan, atau mungkin karena lemah imannya atau kurang bersungguh-sungguh ketika berdoa kepada allah. Tidak terkabulnya doa ada kalanya karena adanya hal yang menghambat terkabulnya doa itu, seperti makan barang haram, dosa-dosa yang melekat di dalam hati, kecintaan dunia dan kelengahan hati, sebagaimana  disebutkan dalam kitab mustadrak al hakim dari riwayat abi hurairah, nabi saw. Bersabda:
“Berdoalah kepada allah dengan keyakinan bahwa doamu akan di kabulkan.”
Read More

AL QUR'AN SEBAGAI OBAT MUJARAB

0

                Sungguh allah swt. Allah telah berfirman bahwa al qur’an adalah obat mujarab. Seperti yang di disinyalir dalam qur’an:
“Dan jika kami jadikan al qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa arab, tentulah mereka mengatakan,’mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?’apakah(patut al qur’an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang )arab? Katakanlah,’al qur’an itu adalah petunjuk
Read More

Selasa, 07 Agustus 2012

OBAT KEBODOHAN ADALAH BERTANYA

0
Penyakit ini meliputi berbahagia penyakit hati, jiwa, dan penyakit badan serta berbagai macam obat penyembuhan. Rasululah saw. Mengategorikan kebodohan sebagai suatu penyakit, sedangkan obatnya adalah bertanya kepada ulama.


Read More