Senin, 13 Agustus 2012

DOA DAN QADAR

                Dalam masalah ini terdapat pernyataan yang sangat terkenal, yaitu:
                Bahwa sesuatu yang diminta bila telah ditakdirkan oleh allah, maka hal tersebut mesti terjadi baik hamba tersebut berdoa maupun tidak. Apabila yang diminta itu tidak ditakdirkan oleh allah, maka hal tersebut tidak munggkin terjadi, baik hamba itu memintanya atau tidak.
                Ada sekelompok orang yang membenarkan pernyataan ini, sehingga mereka tidak perlu berdoa. Meraka mengataka, doanya tidak berguna sama sekali. Di antara kelompok ini sendiri juga timbul bertentangan. Kekerasan pendapatnya itu mengakibatkan tidak dipenuhinya semua sebab, sehingga ada yang mengatakan kepada mereka:
                Jika kenyang dan rasa segar itu keduanya telah ditakdirkan atas kamu, maka keduanya mesti terjadi, baik kamu makan atau tidak. Apabila kedua-duanya tidak di takdirkan, maka hal itu tidak mungkin terjadi baik kamu makan atau kamu tidak makan.
                Apabila kamu telah ditakdirkan mempunyai seorang anak, maka hal itu mesti terjadi, baik kamu melakukan persetubuhan dengan istri maupun tidak. Bila kamu tidak ditakdirkan mempunyai anak, maka hal itu tidak akan terjadi. Sehingga kamu tidak perlu beristri atau memelihara gundik. Begitu seterusnya.
                Maka, pantaskah manusia yang berakal ini berpendapat demikian? Sedang hewan saja tetap terikat hukum sebab musabab guna melangsungkan kehidupanya. Maka, orang yang berpendapat demikian sama dengan bintang ternak, bahkan lebih sesat lagi.
                Satu sama lain antara mereka saling menampakan kepandaiannya. Ada yang mengatakan, “menyibukkan diri dalam berdoa adalah termsuk kategori ibadah murni yang mana allah akan memberikan pahala kepada orang yang berdoa. Dengan cara apapun doa tersebut tidak akan membuahkan hasil sesuai dengan yang diminta. Di sini, menurut pendapat orang yang berlagak pandai ini tidak ada perbedaan antara berdoa dan tidak berdoa dengan sepenuh hati dan mulut dalam hal menghasilkan sesuatu yang diminta. Menurut mereka hubungan doa dengan keberhasilan sesuatu yang diminta adalah sama dengan hubungan diam tak berdoa tidak ada bedanya sama sekali.
                Kelompok lain yang lebih pandai dari mereka berpendapat: bahwa doa merupakan suatu tanda yang ditancapkan oleh allah swt. Sebagai bukti atas terpenuhinya suatu kebutuhan. Apabila allah berkenan mengabulkan doa seorang hamba, maka ini berarti suatu tanda dan bukti bahwa kebutuhanny telah terpenuhi. Hal ini sama halnya bila kamu melihat adanya awan hitam yang dingin di musim hujan. Itu sebagai tanda akan turun hujan.
                Mereka mengatakan, itu akibat dari ketaatan yang akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, kekufuran dan kemaksiatan akan mendapatkan siksa. Ini sebagai bukti adanya pahala siksaan, bukan suatu sebab terjadinya pahala dan siksaan tadi.
                Demikian juga menurut mereka masalah pecah dan pemecahan, terbakar dan pembakaran, terlepasnya nyawa dan pembunuhan. Hal tersebut bukan merupakan suatu sebab yang pasti. Juga tidak ada hubungan sebab musabab antara keduanya, kecuali hnya kebetulan belaka. Bukan hubungan sebab akibat.
                Dengan demikian berarti mereka telah menentang perasaan, pikiran, syri’at agama, dan fitrahnya sendiri. Mereka ditertawakan oaring-orang yang berakal.
                Yang benar adalah kelompok yang ketiga yang tidak disebutkan oleh si penanya, yakni sesuatu yang telah ditakdirkan allah itu bisa terjadi sesuai dengan kadar penyebabnya, di antara penyebabnya adalah doa. Sesuatu perkara tidak akan terjadi tanpa ada penyebabnya. Tetapi hal itu terjadi sesuai dengan kadar sebab yang dilakukan.
                Apabila seorang hamba melakukan suatu sebab, maka akan terjadi sesuatu yang ditakdirkan. Tetapi bila ia tidak melakukan penyebabnya, maka tidak akan terjadi sesuatu yang di takdirkan. Misalnya, takdir kenyang dan segar setelah makan dan minum. Takdir punya anak setelah adanya persetubuhan. Takdir memperoleh hasil pertanian sebab menebarkan benih. Takdir keluarnya nyawa seekor hewan karena disembelih. Demikian pula takdir masuk surge karena amal-amalnya pula.
                Pendapat inilah yang benar. Namun pendapat ini ditolak si penanya, sebab tidak sependapat dengannya.

0 komentar:

Posting Komentar