Senin, 13 Agustus 2012

UMAR RA. MOHON KEMENANGAN DENGAN BERDOA


                Para sahabat Nabi Saw. Adalah orang yang paling mengenal allah dan rasul-nya. Orang yang paling pandai di bidang ilmu agama. Mereka adalah orang-orang yang paling teguh melakukan sebab, syarat, dan tata krama berdoa dibanding yang lain.
                Sahabat Umar bin khattab ra. Dalam mengalahkan musuhnya, beliau senantiasa memohon pertolongan kepada allah. Doa, menurut pendapatnya merupakan tentara yang paling penting. Beliau pernah berkata kepada teman-temanya,”kalian mendapatkan kemenangan bukan karena jumlah kalian yang banyak, tapi kalian mendapatkan kemenangan karena ada pertolongan yang datang dari langit.” Beliau juga pernah mengatakan,” aku tidak akan merasa susah karena doaku tidak terkabulkan, akan tetapi aku susah karena doa itu sendiri. Apabila kalian telah mendapatkan ilham untuk berdoa, maka terkabulnya doa itu adalah bersama dengan doa itu sendiri. Beliau kemudian mensistir sebuah syair:
“jika anda tidak menginginkan tercapainya apa yang aku harapkan dan yang aqu mohonkan dari kedua telapak tanganku, tentu anda tidak akan menyuruh aku membiasakan meminta.”
                Barang siapa yang telah mendapatkan ilham untuk berdoa, maka berarti doanya akan dikabulkan. Allah swt. Berfirman:
“berdoalah kepada-ku, niscaya akan ku-perkenankan bagimu.”  (QS.Ghafir:  60)
“dan apabila hamba-hamba-ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabarkan permohonan orang yang mendoakan apabila ia berdoa kepada-ku.”(QS. Al Baqarah: 186)
                Dalam kitab sunan ibnu majah ada ebuah hadis yang bersumber dari abu hurairah, rasulullah saw. Bersabda:
“siapa saja yang tidak mau memohon kepada allah, niscaya allah akan murka kepadanya.”
                Ini menunjukan bahwa ridha allah swt. Tergantung kepada permohonan dan ketaatan seseorang. Apabila tuhan yang maha memberkahi dan maha tinggi telah ridha atas diri seseorang, maka setiap kebaikan yang dilakukan berada dalam ridhanya. Begitu juga kemaksiatan yang ia lakukan berada dalam kemurkaan-nya.
                Imam ahmad dalam kitab az-zuhud menyebutkan sebuah atsar yang artinya,”aku adalah allah, tiada tuhan selain aku. Apa bila aku telah rela atas sesuatu maka aku akan memberikan berkah, dan berkah-ku tidak akan habisnya jika aku murka atas suatu perkara nicaya aku akan melaknatinya. Sedangkan laknat-ku akan berlangsung sampai tujuh ampunan.”
                Dalil-dalil yang bersumber dari al-qur’an, hadis, akal dan penyelidikan bangsa-bangsa yang berlainan suku bangsa, agama, dan rasnya, telah menunjukan bahwa mendekatkan diri kepada zat penguasa alam semesta, mengharap ridha-nya, berbuat baik kepada sesama makhluk allah, adalah sebab yang paling utama guna mendatangkan setiap kebaikan. Sebaliknya kemaksiatan adalah sebab yang paling besar dalam mendatangkan setiap kejelekan. Dengan demikian, maka tidak mungkin dapat mendapatkan nikmat allah serta dapat menolak siksa-nya kecuali hanya dengan cara berlaku taat dan mendekatkan diri pada-nya disamping berbuat baik kepada sesama makhluk-nya

0 komentar:

Posting Komentar