Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya allah tidak akan menerima doa yang di ucapkan orang yang
lupa kepada allah dan seenaknya sendiri. Doa adalah obat mujarab yang dapat
menyembuhkan suatu penyakit, tetapi hati yang lupa kepada allah akan mempengaruhi
kemanjuran doa tersebut. Demikian pula makan-makanan yang haram dapat
mempengaruhi kemanjuran doa sekaligus melemahkan kekuatannya.
Seperti
disebutkan dalam kitab sahih muslim dari hadis abu hurairah, rasulullah saw.
Bersabda:
“ wahai semua manusia! Ketahuilah, bahwa allah itu baik. Ia
tidak menerima sesuatu kecuali hanya yang baik saja, dan sesungguhnya allah
telah memerintahkan kepada semua mukmin apa saja yang telah di perintahkan
kepada para rasul.”
Allah berfirman:
“ hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan
kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya aku maha mengetahui apa saja yang kamu
lakukan.”(QS>Al Mukminun:51)
“ hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki
yang baik-baik yang kami berikan kepadamu.”(QS. Al Baqarah:172)
Rasulullah saw. Menceritakan kisah
seorang yang selalu melakukan perjalanan sehingga rambutnya kusut dan berdebu,
ia selalu menengadahkan kedua tangannya kelangit sambil berdoa,”wahai tuhan
ku,wahai tuhanku,” akan tetapi ia selalu makan makanan haram, pakaiannya dari
barang haram dan selalu makan pagi dengan barang haram. Bagaimana mungkin
doanya akan di kabulkan.
Abdullah bin al-imam ahmad, dalam
kitab az-zuhud karangan ayahnya sendiri, menyebutkan,”pada suatu saat kaum bani
israil tertimpa bala’ kemudian mereka keluar dari kampunya menuju suatu tempat.
Allah memberikan wahyu kepada nabinya agar ia memberitahukan kepada
mereka,’kalian telah keluar menuju suatu bukit dengan badan yang penuh najis,
kalian telah berdoa kepada ku dengan tangan-tangan yang berlumuran darah dan
kalian telah memenuhi isi rumahmu dari barang-barang haram. Sekarang saatnya
tiba kemurkaan ku yang dahsyat kepada kalian, kalian bukanya bertambah dekat
dengan ku melainkan semakin bertambah jauh.”
Abu dzarr berkata,” doa memerlukan
kebersihan lahir dan batin sebagaimana halnya makanan membutuhkan garam.”

0 komentar:
Posting Komentar